oleh

Kodam Jaya Gelar Apel Prokes Covid-19 Berbasis Komunitas

POSKOTA.CO-Dandim 0510/Trs Letkol Inf Bangun Siregar sebagai Komandan Upacara (Danup) pada Apel Pasukan Pendukung Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19 berbasis komunitas atau ormas untuk wilayah Jakarta-Depok-Tangerang-Bekasi (Jadetabek).
Acara gelar apel pasukan  dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya/Jayakarta, Mayjen TNI Dudung Abdurachman bertempat di Lapangan JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, dimulai pukul 08.10 wib Senin, (14/9/2020)
Pada gelar apel pasukan  wilayah Jadetabek, Pangdam Jaya secara simbolis menyematkan tanda lengan pendukung penegakkan disiplin Prokes COVID-19, pembagian Masker dan  pembagian bantuan sosial (bansos).
Gelar apel pasukan pembantu penegakan protokol kesehatan COVID-19 diikuti ratusan personel dari TNI-Polri dan berbagai ormas. Mereka nantinya akan disebar di sejumlah titik untuk mengawasi pelaksanaan protokol COVID-19 selama pelaksanaan PSBB total DKI Jakarta.
“Hari ini kita melaksanakan apel bersama yang jumlahnya 2.000 dari komunitas dan anggota kami juga 6.000, dan kepolisian hampir 9.000 yang nanti akan dikerahkan. Apel bertujuan menghadapi PSBB yang dicanangkan Gubernur,” kata Pangdam Jaya
Pangdam Jaya dalam amanatnya menyampaikan agar petugas tetap menjalankan tugasnya secara humanis dan tidak arogan. Di masa PSBB saat ini, sebut Dudung, masyarakat sudah susah dan jangan dibuat sulit dengan hukuman dari petugas.
“Yang saya sampaikan bahwa masyarakat sudah lelah termasuk petugas sudah terlalu lama melaksanakan tugas ini, tapi ingat pendoman ini 8 wajib TNI dan kendalikan masyarakat termasuk petugas dari Satpol PP sehingga nanti dalam penegakan disiplin jangan ada masyarakat yang dirugikan, analisa setiap masyarakat yang melanggar, jangan serta-merta aturan-aturan yang digunakan merugikan,” ujar Pangdam Jaya.
“Saya minta petugas harus jeli membaca situasi seperti ini, harus jeli, cerdas, sehingga toleransi tetap harus dikedepankan secara humanis, persuasif, jangan arogan, saya tekankan jangan arogan. Tetap pelihara kebersamaan karena mereka rakyat kita, atas segala-galanya kepentingan untuk rakyat,” tambahnya.
Di samping itu, Pangdam Jaya berharap masyarakat juga diminta ikut memahami dan mematuhi peringatan dari petugas.
“Kepada masyarakat kami mohon untuk memahami tugas-tugas kami, jika misalnya ada petugas yang mengingatkan itu karena memang kepentingan tugas dan masyarakat bersama sehingga tingkat penurunan COVID-19 di DKI akan semakin menurun dan ini harapan kita bersama,” ungkap Pangdam Jaya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Pergub nomor 88 tahun 2020 tentang PSBB ketat yang mulai berlaku 14 September 2020 dan untuk itu Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjelaskan, “Pada dasarnya TNI siap membantu Polri dan Pemerintah Daerah dalam rangka menegakkan PSBB yang akan ditetapkan besok di DKI Jakarta,” ungkapnya.
Dalam hal ini, saat operasi yustisi TNI juga akan melibatkan komunitas masyarakat. “Kami dari pihak TNI, Polri, Satpol PP tetap bekerjasama dan akan melibatkan komunitas dari masyarakat,” tutupnya. (rihadin/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *