oleh

Kekurangn Bus, Terminal Pulogebang Kebanjiran Warga Pulang Kampung

POSKOTA.C0 – Banyak masyarakat yang panik dengan adanya larangan mudik mulai 24 April 2020. Akibatnya tidak sedikit dari mereka memilih pulang kampung lebih awal ketimbang tidak bisa bertemu oleh keluarga di kampung halamannya.

Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur kewalahan menghadapi lonjakan penumpang yang akan pulang kampung sehari menjelang adanya larangan mudik dari pemerintah atau memasuki bulan Ramadhan 1441 Hijriyah/2020, Kamis (23/4/2020).

Bahkan terjadi penumpukan orang/massa disebabkan berkurangnya jumlah armada bis di terminal tersebut, lantaran sopir bis sedang diistirahatkan oleh perusahannya terkait ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sementara masyarakat yang hendak pulang ke kampung semakin banyak berdatangan ke Terminal Terpadu Pulo Gebang sejak pagi hingga sore hari.

Bahkan untuk satu loket PO terlihat antrean sepanjang kurang lebih 30 meter dikarenakan pihak operator menerapkan ketentuan jarak aman selama wabah COVID-19.

Calon penumpang tidak bisa langsung memasuki ruangan pembelian tiket sebab dibatasi hanya sampai pintu masuk ruangan.

Selain itu, calon penumpang oleh petugas PO diminta untuk menunggu kedatangan bus.Akibatnya terjadi pengumpulan massa yang menunggu kendaraan tiba.

“Kata petugasnya nunggu busnya datang dulu. Tapi enggak tahu sih sampai berapa lama nunggunya,” ujar salah satu penumpang tujuan Jawa Tengah.

Para calon penumpang mengungkapkan, mereka terpaksa pulang kampung lebih cepat disebabkan adanya larangan dari pemerintah yang akan mengenakan sanksi tegas serta denda uang bagi yang melanggar pulang kampung.

“Nggak apa-apa saya di karantina di kampung 14 hari yang penting sampai ke kampung dan ketemu keluarga,” ujar Evi, satu penumpang.

Sejumlah petugas PO di area pemberangkatan bus menginformasikan kurangnya jumlah armada bis dikarenakan sebagian sopir dibatasi jam kerjanya.

Selain itu, jumlah penumpang di dalam bis juga dikurangi hingga 50 persen atau hanya 18 penumpang dari kapasitas. “Ini kaitan sama kebijakan pembatasan kuota penumpang 50 persen dari kapasitas kursi di dalam bus,” kata petugas PO.

Kasatpel Operasional dan Kemitraan Terminal Terpadu Pulo Gebang, Afif Muhroji, mengatakan terjadi peningkatan jumlah penumpang dalam satu dua hari ini.
Bila sebelumnya hanya 400-500 penumpang per hari, hingga siang tadi melonjak hingga 840 orang yang akan pulang kampung.

“Memang beberapa PO agak kewalahan, keterlambatan bus kare bus karena kekurangan pengemudi,” katanya. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *