oleh

Kasatpol PP DKI Pimpin Opstibmask di Pasar Senen, 52 Pelanggar Terjaring

-Megapolitan-239 views

POSKOTA.CO – Tida ada kapoknya, puluhan pelanggar Operasi Tertib Masker (Opstibmask) kembali disanksi di tempat dengan hukuman kerja sosial maupun denda adminsitrasi saat Pegawai Penyidik Negeri Sipil (PPNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar Opstibmask kali ini dipimpin langsung Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi DKI Jakarta Arifin di kawasan Pasar Senen, Jalan Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2021).

“Waduh, ada razia masker lagi. Pak satpol, masker ketinggalan di rumah. Sanksinya nyapu sampah aja deh karena lagi tongpes,” ujar salah satu pelanggar saat terjaring Opstibmask di lokasi.

Pantuan di lokasi, sebanyak kurang lebih 50 Satpol PP diterjunkan untuk melakukan penyisiran di kawasan jalan hingga ke dalam gedung Pasar Senen Blok 3, dan Pasar Inpres Senen untuk mengecek protokol kesehatan (prokes). Meski begitu, masih banyak ditemukan para pelanggar yang mengabaikan prokes antara lain, pengunjung maupun pedagang tidak menggunakan masker.

Kepada wartawan, Arifin menerangkan, kegiatan untuk hari ini yaitu monitoring giat patroli dan Opstibmask dalam rangka pendisiplinan penegakan hukum prokes, serta penyelenggaraan penertiban bagi pelanggar peraturan daerah di wilayah DKI Jakarta. Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang penanggulangan Coronavirus Disease 2019 di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Salah satu pelanggar yang terjaring dalam Opstibmask di Pasar Senen disanksi menyapu sampah di fasum.

Menurutnya, dari hasil monitoring ini masih terdapat banyaknya warga masyarakat yang berkerumun dan juga tidak memakai masker, sehingga petugas menindak dengan memberikan saksi terhadap pelanggar.

Arifin juga meminta kepada pihak pengelola pasar selalu memberikan informasi terkait penerapan prokes, baik untuk penjual maupun pengunjung pasar.

“Kami imbau dan ingatkan kepada warga masyarakat untuk bersama-sama membantu dalam memutuskan mata rantai Covid-19, yang saat ini masih tinggi. Nah jadi ke depannya, kami akan terus menggalakkan monitoring Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta sesuai ingub maupun kepgub terkait Covid-19,” jelas Arifin.

Sementara itu, Kasatpol PP Kecamatan Senen E Sunaryo menambahkan, dari 52 pelanggar yang terjaring, hanya satu pelanggar disanksi membayar denda administrasi sebesar Rp250.000 yang dibayarkan langsung melalui Bank DKI. Sisanya disanksi hukuman kerja sosial membersihkan sampah di fasilitas umum (fasum) secara bergantian dengan memakai rompi pelanggar PSBB selama 60 menit.

Dari 52 pelanggar yang disanksi merupakan masyarakat umum terdiri dari pelayan toko, pengendara motor, dan pejalan kaki. “Nggak ada kapoknya para pelanggar ini. Alasannya klasik dan juga selalu ngeles tidak pakai masker, seperti lupa, ketinggalan dan dikantongin dalam saku kantong,” ucap Sunaryo. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *