oleh

Hubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Terowongan Silaturahmi Selesai Dibangun

POSKOTA.CO-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan konstruksi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. Dengan demikian, terowongan tersebut siap dimanfaatkan jamaah dari kedua tempat ibadah tersebut.

“Terowongan ini dibangun dengan tujuan untuk memfasilitasi ruang parkir bagi jamaah kedua tempat ibadah,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti saat meninjau terowongan tersebut, Senin (25/10/2021).

Menurut Diana, pembangunan terowongan dilakukan seiring dengan renovasi Masjid Istiqlal yang dilakukan PUPR pada 2019-2020 dengan menghadirkan parkir mobil di bawah tanah berkapasitas 500 mobil.

Parkir ini bisa dimanfaatkan oleh jemaah Istiqlal dan Katedral. Misalnya, saat Jumat digunakan jamaah saat sholat Jumat di Istiqlal. Sedangkan pada perayaan Natal, Paskah, atau lainnya parkiran itu bisa digunakan oleh jemaah Katedral,” ujarnya.

Pembangunan terowongan dimulai pada 15 Desember 2020, dan selesai 100% sesuai target pada 20 September 2021 dengan anggaran Rp 37,3 miliar. Sebagai pelaksana kontraktor adalah PT Waskita Karya, manajemen konstruksi PT Virama Karya, dan Perencana PT Yodya Karya.

Terowongan  dibangun dengan panjang tunnel 28,3 meter, tinggi 3 meter, lebar 4,1 meter, dengan total luas terowongan area tunnel 136 meter persegi dengan total luas shelter dan tunnel 226 meter persegi.

Arsitektur terowongan dibangun dengan gaya modern, mengangkat eksterior menggunakan material transparan, sehingga kecantikan desain Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral tidak terhalang dari terowongan. Interior dibuat senada dengan interior Masjid Istiqlal menggunakan marmer.

Dalam pembangunannya, PUPR menghadapi berbagai tantangan, mengingat lokasi sekitar tanahnya bertekstur lunak. Ditambah lagi bangunan Gereja Katedral yang dibangun 120 tahun lalu dan pondasi bangunannya dangkal.

Untuk itu, dalam pembangunannya, pihaknya juga melibatkan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk masalah terowongan, seperti sistem yang dibangun, pondasi, dan struktur bangunan. Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan tidak akan merusak bangunan kedua bangunan ikonik Indonesia tersebut. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *