oleh

Hari Pertama PSBB Ketat di Jakarta, Tol Macet, Bus Transjakarta Berdesakan

POSKOTA. CO – Hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat di Jakarta, kemarin, tidak mengurangi aktivitas warga. Jalanan masih macet. Angkutan umum juga rame. Keterisian penumpang di bus Transjakarta mengabaikan pembatasan 50 persen dari kapasitas.

Jalan Tol Lingkar Luar, dari arah Ulujami, Jakarta Selatan, sampai Kampung Rambutan, Jakarta Timur macet. Aktivitas pagi di jalan tol itu masih seperti biasanya. Santi , warga Pasar Rebo, Jakarta Timur ngedumel. “Katanya PSBB Ketat,” gumamnya, kemarin.

Keramaian juga terjadi di bus Transjakarta. Curhatan warganet di media sosial mengungkapkan keramaian di halte dan dalam bus.
“Hari pertama PSBB ketat di @DKIJakarta bus @PT_Transjakarta koridor 8, penumpang membludak tanpa jaga jarak, jumlah penumpang banyak, tak sebanding dengan jumlah bus yang sedikit dan ngetem di halte terakhir,” tulis akun @semangatperubah di Twitter.

Dia menyertakan foto suasana di dalam bus dengan penumpang yang hampir penuh. Beberapa penumpang nampak berdiri berdesak-desakan.

Kicauan serupa disampaikan akun @fuchsbau86. Dia mempertanyakan aturan kapasitas bus yang tidak berjalan di Transjakarta yang dinaikinya. “50 persen? Kode Bus SAF 010 Kota-Blok M. Jam 07:10 di Halte Tosari,” keluhnya, yang juga melengkapinya dengan foto.

Dalam foto yang diunggahnya, nampak penumpang berdiri berdesakan di bagian tengah bus. Meski tak semua tempat duduk ditempati penumpang karena diberi tanda silang.

Warga juga menganggap proses screening di halte Transjakarta kurang ketat. Pistol pengecekan suhu tubuh hanya diarahkan ke tangan.

“Bikin Ngeri-ngeri sedap. Di tengah pandemi yang belum membaik, bahkan cenderung naik, tidak ada screening 3M oleh Transjakarta. Penumpang ada yang memakai masker asal nyantol, beberapa orang memakai masker scuba 1 lapis. Tetapi tak ada teguran petugas halte, apalagi dalam bus gak ada petugas,” cerita @SudrajatWawan2.

Warganet @mpok_al pun heran, karena cek suhu tubuh masih diarahkan ke tangan.

“Permisi Admin @PT_Transjakarta mau tanya. Tadi saya di halte pas ingin cek suhu saya minta mbaknya cek di kepala, mbaknya keukeuh maunya cek di tangan. Katanya memang instruksinya ke tangan sekarang. Apa memang seperti itu?” tanya dia.

Minta Maaf

Menjawab berbagai keluhan ini, akun resmi PT Transjakarta @PT_Transjakarta meminta maaf. PT Transjakarta mengimbau kesadaran penumpang untuk menjalankan aturan.

“Mohon maaf, pembatasan pelanggan akan sulit terlaksana apabila pelanggan tetap memaksa naik ke bus walaupun kondisi bus melebihi batas. Kami membutuhkan dukungan dari pelanggan tetap menunggu bus berikutnya, agar protokol kesehatan tetap berjalan dengan baik. Terima kasih,” tulisnya.(ale)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *