oleh

Geger, Ngebor Tanah Sedalam 175 Meter, Tiba-Tiba Muncrat Semburan Air 3 Meter

POSKOTA.CO – Proyek pembuatan sumur atau penampungan air besih dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrunkim) Kota Depok untuk warga di lingkungan RT 4/6 Kampung Benda Barat, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung sempat membuat heboh masyarakat sekitar akibat semprotan air tanah yang mencapai tiga hingga empat meter dari permukaan tanh.

Kehebohan dan menarik peehatian masyarakat sekitar karena setelah tanah di bor sedalam 175 meter mendadak muncul atau keluar semprotan air setinggi tiga hingga empat meter, kata Kepala Bidang Penangulangan Bencana di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, Denny Romulo, Minggu (25/10).

Semprotan air tanah itu dekat musolah Awabin yang tidak jauh dari TPA Cipayung diduga akibat tekanan gas yang kemudian membawa air tanah ke permukaan. Kebetulan kegiatan pengeboran air tanah diperuntukan untuk swkitar 80 warga sekitar yang membutuhkan air bersih.

Menirit dia, informasi warga sekitar adanya semburan air tanah hal yang biasa karena dari keterangan merwka sudah ke tiga kalinya kejadian seperti ini. “Mereka atau warga sekitar cuma berharap dan meminta pihak pekerja yang menyiapkan air bersih sebelum melakukan pengeboran tanah hendaknya ada pengecekan dua atau tiga kali di lokasi yang akan di bor sehingga aman dari hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Diakui, Asmat, Ketua RT 04/06, Kampung Benda Baru, Cipayung, proyek pengeboran air tanah atau air beraih salah satu kegiatan Dirumkim Kota Depok yang membuat bak penampungan air bersih untuk warga sekitar.

“Air tanah tersebut setelah ditampung kemudian disalurkan ke 80 KK warga sekitar yang sangat memburtuhkan air bersih,” ujarnya yang mengaku kejadian kebocoran atau semprotan air tanah itu sudah tiga kali terjadi.

Semburan air tanah yang mencapai ketinggian sekitar 3 hingga 4 meter adalah yang ketuga kalinya setelah beberapa waktu lalu juga sempat terjadi. “Yang pertama kali sempat terciim bau belerang dan berhenti setelah seminggu kemudian beberapa bari.kemudian dilakukan pengeboran lagi namun terjadi swmburan has belerng bercampur air tapi waktunya hanya tiga hari,: tuturnya.

Yang ketiga, imbuh dia, semburan air ini dan sampai saat ini masih berlangsung namun warga sudah terbiasa karena mereka pahan kemungkinan berasal dari gas dalam tanah terlebih lokasi juga dekat dengan TPA Cipayung. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *