oleh

Dua Tahun Dilarang, Pasar Rakyat Malam Takbiran di Jalan Sejajar Rel Depok Lama Digelar Lagi

POSKOTA.CO – Kegiatan Pasar Rakyat di Malam Lebaran atau Idul Fitri yang hampir dua tahun dilarang Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akibat pandemi Covid-19 di sepanjang Jalan Raya Sejajar Rel, Kampung Lio,  Kelurahan Depok,  Pancoran Mas digelar lagi walaupun ada Surat Edaran (SE) no. 451/222-Huk, tanggal 28 April 2022 ditanda tangani Wali Kota Depok Mohammad Idris yang berisi lima point salah satunya larangan mengelar pasar tumpah atau pasar kaget untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

“Keberadaan pasar tumpah atau pasar kaget ini sudah tradisi sejak tahun 1972 bermulan di sepanjang Jalan Raya Dewi Sartika kemudian lima tahun belakangan dipindah ke sepanjang Jalan Raya Sejajar Rel,  Kampung Lio dengan resiko ada aksi pembubaran dari Pemkot Depok, ” ujar satu panitia,  Ismail,  Minggu (1/5).

Selama dua tahun belakangan adanya penyebaran Covid-19 kegiatan pasar tumpah atau pasar kaget di malam lebaran atau Idul Fitri dilarang dan masyarakat Depok khususnya warga yang ingin mencari rezeki atau pedagang sangat memaklumi namun melihat perkembangan sekarang sudah melandai penyebaran Covif-19 maka kegiatan pasar tumpah siap kembali digelar, ujarnya.

Bahkan,  imbuh dia,  digelarnya pasar tumpah malam Idul Fitri di pinggir Jalan Raya Sejajar Rel,  Kampung Lio,  Kelurahan Depok mendapatkan dukungan warga di 27 RT,  empat RW,  200 anggota Karang Taruna,  50 Linmas,  Alim Ulama se Kelurahan Depok dan enam fraksi DPRD Kota Depok seperti fraksi Gerindra, PDIP, Golkar, Demokrat-PPP, PAN, PKB-PSI. “Tujuannya hanya satu yaitu ingin membahagiakan masyarakat kecil menjelang lebaran, ” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketus DPRD Depok,  Hendrik Tangke Allo, berharap panitoa dan seluruh masyarakat yang nanti berada di pasar tumpah tetap menjaga keamanan, menjaga prokes serta harus kondusif. “Sehingga pasar tumpah yang diharapkan dapat terlaksana dengab aman,  nyaman dan lancar, ” katanya.

Demikian juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Depok, Tajudin Tabri, keberadaan pasar tumpah menyambut malam Lebaran atau Idul Fitri yang sempat dilarang dua tahun harus menjadi momen kesempatan yang baik untuk memfasilitasi kebutuhan rakyat kecil.

“Ini Pemkot Depok kurang kerjaan bae, kan level PPKM udah turun, terbukti gema takbir kemaren dilaksanakan dimana mans. Pusat belanja dan Mal udah pada buka 100 persen walaupun tetap menerapkan prokes dengan ketat,” ucap Tajudin.

Anggota DPRD Depok Ikravany Hilman,  meminta kepekaan hati narani Pemkot Depok terhadap kebutuhan masyarakat kecil. “Jangan sampai Pemkot Depok terkesan diskriminatif dalam menerapkan larangan Pasar Tumpah, tetapi menutup mata terhadap kerumunan di mal mal maupun pusat perbelanjaan modern,” tuturnya yang menambahkan kebijakan Wali Kota Depok diharapkan tidak menggunakan standart ganda yang akan menimbulkan adanya dugaan diskriminatif dalam memberikan pelayanan ke warga, ” tegasnya.  (anton/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.