oleh

Banyak Toko Buka Langgar PSBB, ITC Roxy Mas Disegel

POSKOTA.CO – Internationall Trade Center (ITC) Roxy Mas, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus) disegel karena tidak mentaati penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan tetap buka.

Pusat perbelanjaan itu disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakpus.

Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Penindakan Satpol PP Jakpus Gatra Pratama Putra mengatakan, dari hasil patroli di ITC Roxy Mas, ITC Cempaka Mas, dan pusat pertokoan Jalan Lautze, Pasar Baru menemukan banyak pelanggaran PSBB.

Di ITC Roxy Mas, pihaknya menemukan toko elektronik di lantai 3 sampai lantai 5 dan sebagian toko di lantai 1 dan 2 masih beroperasi.

“Pelanggaran paling banyak itu di ITC Roxy Mas, banyak orang berkumpul tidak mengikuti aturan pemerintah. Kios yang buka juga banyak,” kata Gatra, Rabu (15/4/2020). 

Bahkan banyak pekerja terlihat mengepak barang dengan dalih pesanan online.

Petugas menegur salah satu pengelola yang tetap buka (istimewa)

Dikatakannya, pengelola gedung memang menutup lobi utama ITC Roxy Mas. Namun, ternyata di dalam masih banyak toko yang beropreasi tanpa mengindahkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Saking banyaknya orang, katanya, pengelola Roxy Mas sampai  tidak bisa membedakan mana pemilik dan pembeli. Sebab masih ada transaksi jual beli juga.

Ditegaskannya, ada dua pelanggaran yang terjadi, pertama tentang orang berkumpul lebih dari lima dan kedua soal pengendalian ketenagakerjaan.

“Kita ambil langkah tegas dengan menempelkan stiker segel kaitan ketenagakerjaan di Gedung ITC Roxy Mas ini. Aktivitas karyawan harus dihentikan,” tegas dia.

Sebab pengelola jelas-jelas melanggar Pergub Nomor 33 Tahun 2020 karena tidak ada jaga jarak (social distancing) di lokasi itu.

Gatra menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Saber Satpol PP Provinsi DKI terkait pelanggaran tersebut.

“Bidang pengendalian dan pengawasan tempat usaha Satpol PP Provinsi dapat untuk mencabut izin di lokasi,” terang Gatra.

Kepala Suku Dinas Nakertrans dan Energi Jakpus, Fidiyah Rokhim, mengatakan pihaknya terus memantau 21 perusahaan yang masih beroperasi. Apabila ada pelanggaran, pihaknya akan langsung mencabut izin perusahaan tersebut.

“Kita beri peringatan terlebih dahulu. Jika masih bandel juga, izinnya kita cabut,” janji  Fidiyah. (r)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *