oleh

Bantaran Kali Sentiong Semrawut dan Rawan Longsor, ‘Dicuekin’ Dinas Terkait

POSKOTA.CO – Bertahun-tahun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membiarkan bantaran Kali Sentiong Paseban, Senen, Jakarta Pusat, semrawut dan berantakan.

“Waduh, anak-anak main di bantaran Kali Sentiong. Hei anak-anak, hati-hati itu turapnya pada rontok, ngeri terjebur aja,” ucap Jhon (53), warga Paseban, Selasa (10/5/2022).

Sekadar diketahui, bantaran Kali Sentiong RW 01 Paseban ini turapnya berantakan dan taman jalur hijau di bantaran Kali Sentiong semrawut dan rawan roboh ini ‘dicuekin’ Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

Tokoh masyarakat, Fery Iswan, mengaku miris karena di tengah gegap gempitanya Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membenahi lahan yang telantar untuk taman dan tempat interaksi masyarakat, akan tetapi sebaliknya anak buahnya malah masak bodoh saja.

Munurut tokoh berkumis ini, justru di tengah kota masih ada lahan yang kurang mendapat perhatian dari instansi terkait seperti Kali Sentiong yang turapnya tergerus nyaris gundul, sedangkan di sisi lain ada lahan yang cukup luas untuk digunakan sebagai taman yang layak dan dibutuhkan masyarakat untuk ajang interaksi maupun olahraga. “Ironisnya, dinas terkait maupun pejabat tingkat kota dan provinsi cuek sampai saat ini. Pak Gubernur harus mengganti pejabat yang membiarkan fasum rusak” tandasnya.

Ketua RW 01 Paseban Ari Priyanto menambahkan, kalau usulan turapnya sekitar dua tahun lalu. Menurutnya, warga Paseban berharap dinas terkait segera memperbaiki karena turap rawan longsor dan jalur tamannya rusak terlebih saat ini cuaca ekstrem. “Dinas terkait harus menyentuh fasilitas umum (fasum) yang rusak di antaranya, Dinas SDA memperbaiki turap kali yang rawan roboh, kemudian Dinas Pertamanan dan Hutan Kota merevitalisasi bantaran taman jalur hijau yang tidak terawat alias rusak. Harapan warga Paseban dikembalikan fungsi semula,” pungkasnya.

Sementara itu, dinas terkait mulai dari Kadis SDA, Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat saat ditanya tentang hal tersebut melalui telepon tidak merespons. (*/van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.