oleh

70 Pelanggar Terjaring Opstibmask, Dua Tempat Usaha Disanksi Teguran

-Megapolitan-273 views

POSKOTA.CO – Sebanyak 70 pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat kembali terjaring razia masker di saat petugas Pegawai Penyidik Negeri Sipil (PPNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Johar Baru menggelar Operasi Tertib Masker (Opstibmask) di dua kawasan antara Jalan Johar Baru Utara I dan Jalan Rawa Selatan melibatkan petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polri.

Meski begitu, lagi-lagi alasan para pelanggar yang terjaring ini lupa, ketinggalan dan masker dikantongin dalam saku.

“Maaf pak Satpol PP maskernya ketinggalan lupa di bawa. Saya pasrah disanksi nyapu sampah asalkan tidak didenda adminsitrasi karena lagi nganggur,” ujar salah satu pelanggar saat terjaring petugas Opstibmask.

Sementara itu, Rojikin kepala Satuan Polisi Pamong Praja (kasatpol PP) Kecamatan Johar Baru mengatakan, puluhan pelanggar yang terjaring ini alasannya klasik selalu ngeles. Padahal kami sudah ingatkan dan mengimbau melalui sosialisasi namu demikian tetap saja lalai dalam mematuhi prokes.

Satu satu pelanggar terjaring Opstibmask membersihkan sampah di fasum.

“Total seluruhnya ada 70 pelanggar yang tidak mematuhi prokes ini terjaring di dua kawasan jalan yaitu, 32 pelanggar di Johar Baru Utara I dan 38 pelanggar di Jalan Rawa Selatan. Seluruh pelanggar ini disanksi di tempat dengan hukuman kerja sosial membersihkan sampah di fasilitas umum (fasum) secara bergantian selama 60 menit memakai rompi pelanggar PSBB,” jelas Rojikin, Rabu (13/1/2021).

Selain itu, tambah Rojikin, PPNS Satpol PP juga menyisir sejumlah tempat usaha di wilayah Johar Baru antara lain, guna pengecekan protokol kesehatan (prokes) mulai dari penyediaan sarana tempat cuci tangan, jaga jarak (physical distancing) serta jam operasional.

Menurut Rojikin, dari 24 tempat usaha yang dilakukan pengecekan prokes, hanya dua yang disanksi teguran tertulis yaitu toko kaca dan plastik Jalan Letjen Suprato, dan salah satu hotel.

“Ada dua tempat usaha di wilayah Johar Baru yang ditegur dengan surat peringatan karena tidak mematuhi (prokes),” ungkap Rojikin. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *