USAI INVESTIGASI, KEPALA OMBUDSMAN JATENG TEWAS TERTABRAK KERETA API – Poskota.co

USAI INVESTIGASI, KEPALA OMBUDSMAN JATENG TEWAS TERTABRAK KERETA API

POSKOTA.CO – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah Achmad Zaid tewas akibat mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan dengan kereta api di perlintasan tak berpalang, di Brumbung Timur, Kabupaten Mranggen, Kabupaten Demak, Kamis (11/8).

Maut merenggut Achmad Zaini setelah melakukan investigasi di SDN 06 Batursari Mranggen, Demak. Perihal musibah ini dibenarkan salah seorang Asisten Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah Moch Agus Ardiansyah, di Semarang.

Agus mengatakan, sudah mendengar kabar meninggalnya Korban yang juga dosen Universitas Islam Sultan Agung itu beberapa saat setelah musibah yang terjadi pukul 12.12 WIB. Bersama Zaid ikut dalam rombongan staf Ombudsman, Anshori (45 tahun) warga Banget, Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Elyna Noor Dina Nazla (29) warga Tunjung Biru, Semarang, serta satu mahasiswi Universitas Diponegoro yang sedang magang, Dewi Ayu Wulandari (24) warga Jekulo, Kabupaten Kudus. Ketiganya selamat dan hanya mengalami luka-luka. “Rombongan baru saja selesei investigasi di SDN 06 Batursari Mranggen dan sedianya akan kembali menuju Semarang,” ungkap Agus.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, peristiwa kecelakaan ini bermula saat mobil Kijang Innova bernomor polisi H 8985 YW yang dikemudikan Achmad Zaid akan melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di kawasan Brumbung Timur. Namun pada saat yang sama dari arah barat melaju KA Maharani menuju Surabaya. Karena jarak yang sudah dekat, tabrakan pun tak terelakkan. Akibat benturan dengan loko, mobil yang dikendarai korban terpental dan ringsek.

Ahmad Zaid tewas seketika di lokasi kejadian karena luka parah di bagian kepala. Sedangkan tiga penumpang lainnya hanya mengalami luka-luka. “Korban langsung dibawa ke RS Pelita Mranggen, sedangkan mobil mengalami rusak parah.” tambah Agus.

Kasatlantas Polres Demak AKP Yoppy Andi menuturkan, musibah tabrakan ini terjadi di KM 13+2/3 antara Stasiun Alastua dengan Stasiun Brumbung. Diduga, Achmad Zaid yang mengemudikan mobil tidak melihat ada KA Maharani akan melintas dari arah barat karena pandangannya terhalang pos kosong di dekat perlintasan.

“Mobil Kijang langsung tertabrak dari sisi kiri dan terpental dengan kondisi rusak parah. Sementara pengemudi, Achmad Zaid tewas seketika karena luka parah di kepala. Sedangkan tiga korban lainnya yang mengalami luka,” kata AKP Yoppy Andi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)