LAYANAN SIM TAK KUNJUNG BERES, CALO MASIH GENTAYANGAN – Poskota.co

LAYANAN SIM TAK KUNJUNG BERES, CALO MASIH GENTAYANGAN

POSKOTA.CO – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyesalkan, dari dulu pelayanan di berbagai Satpas SIM jajaran Polda Metro Jaya tak kunjung beres. Masih diwarnai aneka pungutan dan layanan kilat SIM langsung jadi.

“Praktik yang begini terus berlanjut tak ada perubahan yang lebih baik, ini sangat mencoreng kewibawaan Polri,” ungkap Neta yang dikonfirmasi via ponsel, Sabtu(20/5).

Banyaknya calo dan pelayanan berbelit masih menghantui masyarakat pemohon SIM di berbagai wilayah kepolisian Polda Metro Jaya. Aturan yang semestinya sesuai SOP sering ditabrak. Misalnya, warga harus memenuhi tes kesehatan, tapi sering ditemukan warga cukup membayar sejumlah uang tanpa ada pemeriksaan dokter.

Pemohon SIM dengan jalur khusus, tanpa tes dengan harga Rp 800 ribu untuk jenis SIM A dan C sudah bukan rahasia lagi. “Banyak yang mengeluh nggak lulus tes, tapi setelah bayar lewat pihak ketiga langsung lulus kan aneh,” ungkap Neta.

Hal lain pemohon diwajibkan membayar asuransi, tapi bagaimana mengklaim asuransi jika terjadi kecelakaan, tak jelas kemana harus mengurusnya. “Yang namanya asuransi kan tidak ada paksaan,” tandas Neta.

Pemohon perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Grai Tamini Square mengeluh. Pasalnya para pemohon masih wajib dikenakan bayar asuransi sebesar Rp 30 ribu. Padahal, ungkap salah seorang pemohonan, asuransi tidak wajib seperti yang mereka ketahui dari pemberitaan-pemberitaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)