KONSUMSI DAGING KAMBING BAIK UNTUK TUBUH – Poskota.co

KONSUMSI DAGING KAMBING BAIK UNTUK TUBUH

POSKOTA.CO – Daging kambing banyak ditemui khususnya saat hari raya Idul Adha atau Idul Kurban. Daging ini juga merupakan salah satu daging paling umum dikonsumsi masyarakat di dunia.

Terlepas dari rasanya yang unik, daging kambing juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh. Direktur Chevon Agrotech Pvt Ltd Rizwan Thakur mengatakan, ada sejumlah manfaat yang dimiliki daging kambing. Pertama, menurutnya, seperti dilansir India Times, jumlah lemak jenuh dalam daging kambing jauh lebih sedikit dibanding total lemak tak jenuhnya. Ini membuat konsumsi daging kambing dapat meredakan peradangan dan menstabilkan ritme jantung.

Daging kambing juga mengurangi risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Daging kambing juga merupakan sumber baik dari asam linoleat terkonjugasi (CLA), asam lemak yang dapat membantu mencegah kanker dan kondisi peradangan lainnya.

Daging kambing juga tercatat memiliki kandungan vitamin B yang membantu membakar lemak dalam tubuh. Kandungan protein yang tinggi tanpa lemak dan jumlah lemak jenuh yang rendah, membuat konsumsi daging kambing dapat membantu mengontrol berat badan dan mengurangi risiko obesitas.

Daging kambing juga mengandung selanium dan kolin yang bermanfaat menangkal kanker. Bagi ibu hamil, konsumsi daging kambing dapat mencegah anemia pada ibu dan bayi selama kehamilan. Daging ini juga meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah ibu dan meningkatkan suplai darah ke bayi karena mengandung jumlah zat besi yang tinggi.

Memasukkan daging kambing dalam diet selama kehamilan dapat mengurangi risiko cacat lahir pada bayi, seperti cacat pada tabung saraf. Daging ini juga membantu pemulihan zat besi pada wanita saat menstruasi dan membantu mengurangi nyeri saat haid.

Kandungan tinggi vitamin B12 pada daging kambing membantu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi stres serta depresi. Omega 3 pada daging kambing juga membantu pengobatan efektif bagi autisme.

Lengkap dengan kalium dan sodium yang rendah, daging kambing membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah penyakit ginjal serta stroke. Karena mengandung niacin, daging kambing membantu meningkatkan metabolisme energi.

Protein pada kambing dapat menjadi agen penekan rasa lapar dan menjaga perut kenyang lebih lama, inilah yang mampu mengelola berat badan. Daging kambing kaya kalsium sehingga mengkonsumsinya dapat menguatkan tulang dan gigi. Daging ini juga meningkatkan produksi sel-sel baru sehingga menunda penuaan. Konsumsi daging kambing membantu mempertahankan fungsi tiroid tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Sebanyak delapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggugat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait aturan mengundurkan diri saat mencalonkan diri sebagai pejabat publik di Mahkamah konstitusi. Kedelapan PNS tersebut: o. Dr Rahman Hadi MSi, o. Dr Genius Umar S Sos MSi, o. Empi Muslion AP SSos MT MSc, o. Rahmat Hollyson Maiza MAP, o. Dr Muhadam Labolo, o. Dr Muhammad Mulyadi AP MSi, o. Sanherif S. o. Hutagaol S.Sos MSi, o. Dr Sri Sundari SH MM, Menurutnya Pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) UU Aparatur Sipil Negara merupakan bentuk perlakuan diskriminatif sekaligus mengamputasi hak konstitusional PNS selaku warga negara. "Memang kami akui bahwa tujuan undang-undang tersebut sangat mulia menjadikan PNS sebagai sosok berintegritas, profesional, bebas KKN, namun yang kami sayangkan adalah adanya ketentuan norma yang diskriminatif menjegal eksistensi PNS untuk berbuat lebih jauh lagi untuk bangsa dan negara ini," salah satu pemohon, Rahman Hadi, saat membacakan permohonannya dalam sidang di MK Jakarta, Senin. Menurut Rahman, UU Aparatur Sipil Negara bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28 D ayat (3) UUD 1945. Pasal 27 menyebutkan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Sementara pasal 28D ayat (3) berbunyi setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Rahman juga menyoroti ketidakkonsistenan penerapan pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) terhadap Pasal 121 yang menyatakan pegawai Aparatur Sipil Negara dapat menjadi pejabat negara. Sedangkan Pasal 122 menyatakan pejabat negara sebagaimana dimaksud Pasal 121 jika dikaitkan dengan Pasal 123 ayat (1) berbunyi jika pegawai Aparatur Sipil Negara yang diangkat menjadi pejabat negara pada pimpinan dan anggota MK, BPK, KY, KPK, menteri dan dubes, maka pegawai ASN diberhentikan sementara dari jabatannya dan tidak kehilangan status sebagai PNS.