TERKAIT KASUS AA GATOT, ENAM ORANG TERBUKTI POSITIF NARKOBA – Poskota.co

TERKAIT KASUS AA GATOT, ENAM ORANG TERBUKTI POSITIF NARKOBA

POSKOTA.CO – Ketua Parfi yang baru terpilih kembali hasil Kongres Parfi XV, Aa Gatot Brajamusti, masih ditahan di Mapolres Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bersama Aa Gatot ikut diamankan istrinya Dewi Aminah dan beberapa orang lainnya, salah satunya penyanyi Reza Artamevia.

Polisi sudah mendapatkan hasil positif narkoba pada urine Aa Brajamusti. Namun, kelanjutan penyidikan pada Aa Gatot menunggu 3×24 jam.

“Yang jelas yang bersangkutan akan ditentukan masa penahanannya selama tiga hari ya, atau 3×24 jam,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Pekanbaru, Riau, Selasa (30/8).

Aa Gatot ditangkap pada Minggu (28/8) malam bersama tujuh orang lainnya, sekitar pukul 23.00 Wita di kamar penginapan nomor 1100 Hotel Golden Tulip, Kota Mataram, NTB. Polisi juga menyita beberapa benda diduga sabu dari Gatot dan istrinya. Tito menyampaikan penangkapan pada Gatot berdasarkan informasi masyarakat.

“Kan tidak mungkin kami jelaskan siapa masyarakatnya. Laporan masyarakat itu lantas ditindaklanjuti pihak Polda NTB. Jadi pemeriksaan ada di sana,” katanya usai melakukan pertemuan internal dengan jajaran Polda Riau.

Enam Orang Positif
Sementara itu Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto mengungkapkan, dari 11 orang yang diperiksa tes urine dalam kasus Gatot Brajamusti dengan dugaan penyalahgunaan narkoba. Sebanyak enam orang terbukti positif menggunakan narkoba. Meski begitu, pihaknya belum menetapkan status tersangka karena masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Total yang diperiksa 11 orang. Hasilnya dari pemeriksaan itu sebanyak delapan yang dilakukan pemeriksaan tes urine sebanyak enam yang positif narkoba,” ujarnya di Polres Mataram, Selasa (30/8).

Barang bukti dua klip plastik bening berisi serbuk kristal putih yang diduga sabu-sabu hasil temuan polisi di kamar penginapan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Aa Gatot Brajamusti di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, seberat 1,66 gram.

“Dari dua saku barang bukti yang ditemukan, berat keseluruhannya mencapai 1,66 gram, saku pertama 0,98 gram dan satunya lagi 0,68 gram,” kata Kepala Kepolisian Resor Mataram AKBP Heri Prihanto di Kota Mataram, Selasa (30/8).

Reza Positif
Penyanyi mantan istri Adji Masaid, Reza Artamevia, saat diperiksa polisi dan menjalani tes urine, dinyatakan positif. “Hasil tes urinenya positif,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli, Selasa (30/8).

Namun menurut Boy, pada Minggu (28/8) malam, dalam penggerebekan itu barang bukti sabu hanya ditemukan di Aa Gatot dan istrinya Dewi Aminah. “Untuk Reza barang bukti tidak ada, hanya tes urine positif,” tegas Boy. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)