TERDUGA PELAKU PENJAMBRET TELEPON SELULER DI ANGKE TAMBORA, BERDAMAI DENGAN KORBAN – Poskota.co
Saturday, September 23

TERDUGA PELAKU PENJAMBRET TELEPON SELULER DI ANGKE TAMBORA, BERDAMAI DENGAN KORBAN

AAP (dua kiri), terduga perampas telepon gengggam milik seorang karyawati sablon, akhirnya berdamai setelah keluarga kedua belah pihak bermusyawarah secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan menyangkut kejadian tersebut di Polsek Tambora, Minggu (9/4).
AAP (dua kiri), terduga perampas telepon gengggam milik seorang karyawati sablon, akhirnya berdamai setelah keluarga kedua belah pihak bermusyawarah secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan menyangkut kejadian tersebut di Polsek Tambora, Minggu (9/4).

POSKOTA.CO – Seorang pemuda berinisal AAP (16), diduga pelaku penjambret telepon seluler milik seorang karyawati sablon bernama Suheni yang ditangkap dan dihakimi warga di Jl Angke Indah RT 001/01 Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (8/4), sekitar pukul 20.30 WIB, akhirnya berdamai setelah barang bukti tak ditemukan dari tangan pelaku.

Kejadian kesepakatan damai tersebut, setelah Unit Reskrim Tim 1 Polsek Tambora Jakarta Barat mengadakan penyelesaian masalah dugaan tindakan pidana pencurian dengan kekerasan ini antara keluarga terduga pelaku AAP dengan pihak korban Suheni. Kedua pihak akhirnya sepakat bermusyawarah secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan menyangkut kejadian ini di Polsek Tambora, Minggu (9/4).

Kronologis peristiwa bermula ketika itu Suheni (23), warga Kp Cibodas Barat RT 13/03 Jawilan, Serang Banten ini bersama dua teman prianya Mumu (25) dan Kibo (25) seperti biasa bermalam mingguan dengan berjalan kaki, mereka berniat hendak membeli charger telepon genggam.

Pada saat di tempat kejadian perkara (TKP), korban mengeluarkan telepon seluler untuk membalas SMS dari temannya, korban tidak menyadari bahaya mengancam, bersamaan dari arah belakang kedua pelaku memepet korban dengan sepeda motor dan merampas telepon genggam Samsung Granprime kesayangannya.

Spontan korban pun berteriak jambret.., jambret.., sempat terjadi tarik-menarik hingga korban terjatuh dan menderita luka lecet pada bagian kaki dan bagian siku tangannya. Setelah berhasil menguasai telepon genggam, para pelaku kemudian tancap gas ke arah jalan raya.

Teriakan korban rupanya mencuri perhatian warga sekitar, tanpa di komando lagi kemudian puluhan warga melakukan pengejaran terhadap bandit cilik ini, karena warga terus memburu, keduanya pun panik dan terjatuh dari sepeda motor, tak ayal satu pelaku pun menjadi bulan bulanan mass, dan seorang pelaku lainnya melarikan diri.

Beruntung Bhabinkamtibmas Aiptu Cecep Supriadi beserta Kamtib 02, Anggota Citra Bhayangkara
Sektor Tambora dan FKDM segera mengamankan pelaku dari amuk massa.
Saat diinterogasi petugas, pelaku sempat berkilah bukan dirinya yang melakukan, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam akhirnya pelaku warga jembatan besi ini mengakui perbuatannya.

Selanjutnya setelah diamankan di kantor Sekretariat FKDM Kelurahan Angke, pelaku kemudian dijemput Anggota Buser Polsek Metro Tambora berikut barang bukti satu unit sepeda Motor Honda Revo B 6958 BUQ untuk melakukan kejahatan.
Seorang pelaku perampas telepon genggam milik korban yang melarikan diri, kini dalam pengejaran aparat kepolisian. (*/hariri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)