TERDUGA PELAKU PENJAMBRET TELEPON SELULER DI ANGKE TAMBORA, BERDAMAI DENGAN KORBAN – Poskota.co

TERDUGA PELAKU PENJAMBRET TELEPON SELULER DI ANGKE TAMBORA, BERDAMAI DENGAN KORBAN

AAP (dua kiri), terduga perampas telepon gengggam milik seorang karyawati sablon, akhirnya berdamai setelah keluarga kedua belah pihak bermusyawarah secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan menyangkut kejadian tersebut di Polsek Tambora, Minggu (9/4).
AAP (dua kiri), terduga perampas telepon gengggam milik seorang karyawati sablon, akhirnya berdamai setelah keluarga kedua belah pihak bermusyawarah secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan menyangkut kejadian tersebut di Polsek Tambora, Minggu (9/4).

POSKOTA.CO – Seorang pemuda berinisal AAP (16), diduga pelaku penjambret telepon seluler milik seorang karyawati sablon bernama Suheni yang ditangkap dan dihakimi warga di Jl Angke Indah RT 001/01 Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (8/4), sekitar pukul 20.30 WIB, akhirnya berdamai setelah barang bukti tak ditemukan dari tangan pelaku.

Kejadian kesepakatan damai tersebut, setelah Unit Reskrim Tim 1 Polsek Tambora Jakarta Barat mengadakan penyelesaian masalah dugaan tindakan pidana pencurian dengan kekerasan ini antara keluarga terduga pelaku AAP dengan pihak korban Suheni. Kedua pihak akhirnya sepakat bermusyawarah secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan menyangkut kejadian ini di Polsek Tambora, Minggu (9/4).

Kronologis peristiwa bermula ketika itu Suheni (23), warga Kp Cibodas Barat RT 13/03 Jawilan, Serang Banten ini bersama dua teman prianya Mumu (25) dan Kibo (25) seperti biasa bermalam mingguan dengan berjalan kaki, mereka berniat hendak membeli charger telepon genggam.

Pada saat di tempat kejadian perkara (TKP), korban mengeluarkan telepon seluler untuk membalas SMS dari temannya, korban tidak menyadari bahaya mengancam, bersamaan dari arah belakang kedua pelaku memepet korban dengan sepeda motor dan merampas telepon genggam Samsung Granprime kesayangannya.

Spontan korban pun berteriak jambret.., jambret.., sempat terjadi tarik-menarik hingga korban terjatuh dan menderita luka lecet pada bagian kaki dan bagian siku tangannya. Setelah berhasil menguasai telepon genggam, para pelaku kemudian tancap gas ke arah jalan raya.

Teriakan korban rupanya mencuri perhatian warga sekitar, tanpa di komando lagi kemudian puluhan warga melakukan pengejaran terhadap bandit cilik ini, karena warga terus memburu, keduanya pun panik dan terjatuh dari sepeda motor, tak ayal satu pelaku pun menjadi bulan bulanan mass, dan seorang pelaku lainnya melarikan diri.

Beruntung Bhabinkamtibmas Aiptu Cecep Supriadi beserta Kamtib 02, Anggota Citra Bhayangkara
Sektor Tambora dan FKDM segera mengamankan pelaku dari amuk massa.
Saat diinterogasi petugas, pelaku sempat berkilah bukan dirinya yang melakukan, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam akhirnya pelaku warga jembatan besi ini mengakui perbuatannya.

Selanjutnya setelah diamankan di kantor Sekretariat FKDM Kelurahan Angke, pelaku kemudian dijemput Anggota Buser Polsek Metro Tambora berikut barang bukti satu unit sepeda Motor Honda Revo B 6958 BUQ untuk melakukan kejahatan.
Seorang pelaku perampas telepon genggam milik korban yang melarikan diri, kini dalam pengejaran aparat kepolisian. (*/hariri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)