SETELAH MANGKIR, DIRUT BANK DKI AKHIRNYA KE POLDA – Poskota.co

SETELAH MANGKIR, DIRUT BANK DKI AKHIRNYA KE POLDA

POSKOTA.CO -Direktur Manajemen Risiko Kredit dan Kredit Komersial Bank DKI, Farel Silalahi, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (13/1) lalu, setelah sebelumnya, 6 Januari 2017, meminta pemeriksaan terhadap dirinya dijadwal ulang.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk menindaklanjuti laporan dari kuasa hukum PT Tucan Pumco Services Indonesia (TPSI), Dr. Cecep Suhardiman, SH, MH.

Laporan Cecep ke Polda Metro Jaya dilakukan 29 Oktober lalu, dengan tanda bukti lapor bernomor TBL/5276/X/2016/PMJ/Dit.Reskrimum. Menurut Cecep, Farel Tua Silalahi sebagai Direktur Manajemen Risiko Bank DKI dan kawan-kawan melakukan penggelapan atas barang tak bergerak berupa tanah dan bangunan milik kliennya yang dijadikan agunan kredit pada Bank DKI.

Dugaan penggelapan itu dilakukan dengan modus lelang jaminan melalui KPKNL Jakarta V, 31 Oktober 2016, dengan harga Rp55 miliar. Tetapi, sampai saat ini Bank DKI tidak memberitahukan peruntukan uang hasil lelang tersebut kepada nasabahnya, PT TPSI.

“Ternyata, kredit PT TPSI belum dinyatakan lunas, terbukti pada laporan Bank DKI ke Bank Indonesia pada bulan Desember 2016 kredit PT TPSI masih outstanding dengan kredit pokok sebesar Rp39,5 mliar,” kata Cecep Suhardiman.

Dengan demikian, menurut Cecep, dugaan terjadi penggelapan sangat kuat, dilakukan oleh oknum di Bank DKI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.