SEORANG PEMUDA KEPERGOK CURI TELEPON GENGGAM DIAMANKAN KE KANTOR POLISI – Poskota.co

SEORANG PEMUDA KEPERGOK CURI TELEPON GENGGAM DIAMANKAN KE KANTOR POLISI

HB (20), pelaku pencurian telepon genggam di Mal Seasson City Tambora, Jakbar, dengan barang bukti telepon seluler Samsung Galaxy.
HB (20), pelaku pencurian telepon genggam di Mal Seasson City Tambora, Jakbar, dengan barang bukti telepon seluler Samsung Galaxy.

POSKOTA.CO – Lantaran diketahui mencuri satu unit telepon genggam milik karyawan toko pakaian di Mal Seasson City, Jl Jembatan Besi Raya, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, seorang pemuda berinisial HB (20) diamankan petugas dari Unit Reskrim Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (28/3).

Kronologis penangkapan berawal ketika pelaku bersama teman wanitanya berinisial TJ (23) yang sempat ditangkap kemudian berhasil melarikan diri itu, mendatangi konter baju, sebagai pelayan toko tentu korban senang ada pembeli yang berkunjung ke tokonya.

Selanjutnya pelaku berpura-pura mencoba pakaian dengan cara berjongkok kemudian pelaku TJ dengan gerak cepat mengambil teepon genggam yang tersimpan di meja.

Rupanya pelaku datang ke toko korban bukan hanya melihat-lihat pakaian saja, akan tetapi pelaku juga punya niat jahat yakni mengincar telepon genggam Samsung Galaxy milik korban yang sedang dicas di dalam toko.

Setelah berhasil menggasak telepon genggam, kedua pelaku lalu kabur, namun langkah keduanya berhasil dihentikan saksi Suardi yang sejak awal sudah memperhatikan gerak-gerik kedua pelaku.

Setelah tertangkapnya para pelaku, kemudian dengan didampingi ketua RW agar masalah ini dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah.
Kemudian hal tersebut disepakati pihak korban agar bertemu pada Rabu (29/3) bertempat di Pos Security Seasson City untuk dilakukan musyawarah.

Keesokan harinya, Rabu (29/3) tepat pukul 16.00 WIB, sesuai kesepakatan awal hanya HB saja yang hadir, sementara TJ tidak juga menampakkan batang hidungnya alias buron.

Karena tidak diperoleh kemufakatan akhirnya pukul 23.00 WIB, pihak korban bersama pelaku HB beserta barang bukti dibawa ke Mapolsektro Tambora untuk membuat laporan polisi guna pengusutan lebih lanjut. (hariri/johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)