PRIA TANPA IDENTITAS TEWAS DITIKAM KAWANAN PENODONG DI JEMBATAN BESI TAMBORA – Poskota.co

PRIA TANPA IDENTITAS TEWAS DITIKAM KAWANAN PENODONG DI JEMBATAN BESI TAMBORA

Seorang pemuda belum diketahui identitasnya menjadi korban penodongan disertai penikaman dengan empat luka tusuk di punggungnya, yang terjadi di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (30/4) dinihari WIB.
Seorang pemuda belum diketahui identitasnya menjadi korban penodongan disertai penikaman dengan empat luka tusuk di punggungnya, yang terjadi di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (30/4) dinihari WIB.

POSKOTA.CO – Sub Unit Buru Sergap (Buser) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, dalam waktu singkat berhasil membekuk satu dari dua kawanan penodong yang mengakibatkan korban tewas di Jl Jembatan Besi III, Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (30/4) dinihari WIB.

IS, pelaku penodongan di Jl Jembatan Besi III, Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/4) dinihari WIB, diringkus Buser Polsek Tambora.
IS, pelaku penodongan di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (30/4) dinihari WIB, diringkus Buser Polsek Tambora.

Kapolsek Tambora Jakarta Barat Kompol M Syafi’i SIK didampingi Kanit Reskrim AKP Antonius menjelaskan, anggotanya berhasil menangkap pelaku penodongan berinisal IS saat melarikan diri ke Arah Gang ‘RR’ Jembatan Besi.

Sementara dua teman pelaku lainnya AL (22) dan SM(21) buron, dan masih pengejaran dan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sementara identitas korban yang diperkirakan berusia 35 tahun itu masih belum diketahui.

Peristiwa yang menggegerkan warga di pagi buta itu berawal saat saksi yang merupakan pedagang pecel lele di sekitar lokasi, saat hendak menutup dagangannya melihat korban dikeroyok oleh tiga laki-laki remaja yang tidak dikenal.

Pada saat itu saksi mendengar hardikan pelaku kepada korban, “anak mana luh”. Belum sempat menjawab, kemudian korban dipukuli para pelaku.

Korban berusaha menghindar dengan berlari, namun pelaku terus diburu dua orang pelaku lainnya dengan melakukan penikaman menggunakan senjata jenis clurit tepat mengenai punggung sebelah kiri.

Korban pun ambruk dan tewas bersimbah darah dengan empat luka tusukan persis di luar tenda dagangan milik saksi. Kemudian saksi melihat para pelaku mengambil dompet dan membuka tas ransel korban namun tidak diambilnya.

Melihat korbannya tak bergerak, para pelaku kemudian kabur ke arah Gang’RR’ Jembatan Besi.

Warga yang mendengar keributan di luar, segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), dan melihat posisi korban sudah tidak bernyawa.

Setelah mendapat laporan dari warga, selanjutnya petugas dari Polsek Tambora mengidentifikasi jasad korban, dan didapati empat luka tikaman di bagian punggung sebelah kiri.

Kemudian tanpa membuang waktu, anggota dari Sub Unit Buser Reskrim Polsek Tambora segera melakukan pengejaran, dan berhasil meringkus satu pelaku. Sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran Tim Buser Polsek Tambora Jakarta Barat.

Dalam catatan kepolisian, pelaku berinisial SM (21) ternyata pernah dibui atas kasus yang sama, dan pada tahun 2015 pelaku divonis bebas setelah menyelesaikan masa hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba.

Kini tersangka SI mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Tambora, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat Pasal 365 KUHP jo 338 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (*/hariri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)