PNS NYABU DIAMANKAN SATRES NARKOBA POLRESTA DEPOK – Poskota.co

PNS NYABU DIAMANKAN SATRES NARKOBA POLRESTA DEPOK

MSH(34), PNS yang ditangkap Satres Narkoba Polresta Depok, Kamis (10/5), karena kedapatan menggunakan sabu-sabu.
MSH(34), PNS yang ditangkap Satres Narkoba Polresta Depok, Kamis (11/5), karena kedapatan menggunakan sabu-sabu.

POSKOTA.CO – Aparat Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok, Jawa Barat, baru-baru ini mengamankan seorang PNS Pemkot Depok yang kedapatan menyalahgunakan narkoba. Dalam penangkapan tersebut, selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bungkus sabu seberat 0,26 gram.

Penangkapan terhadap MSH(34), bermula dari adanya laporan warga terkait aktivitas penyalahgunaan sabu yang kerap dilakukan tersangka di rumah kontrakannya di Kelurahan Abadi Jaya, Sukmajaya, Depok.

“Kami menerima laporan bahwa tersangka dengan beberapa temannya sering menggunakan sabu di rumah kontrakannya,” jelas Kompol Putu Kholis Aryana, Kasat Narkoba Polresta Depok, Kamis (11/5) sore.

Menurut Putu, sebelum melakukan penangkapan terhadap MSH, jajarannya melakukan penyelidikan terhadap laporan terkait aktivitas penyalahgunaan narkoba yang dilakukan MSH. “Setelah kami selidiki selama beberapa hari di kontrakan, ternyata benar. Dari tangan tersangka, kami amankan 0,26 gram sabu di dalam plastik bening,” tambah Putu.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini MSH mendekam di ruang tahanan Mapolresta Depok. Tersangka diancam dengan Pasal 114 Ayat (1) Sub Pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika karena disinyalir sebagai penjual narkoba. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)