PERAMPOK MATI DIGEBUKI WARGA MEDAN – Poskota.co

PERAMPOK MATI DIGEBUKI WARGA MEDAN

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Seorang dari dua pelaku perampokan di Jalan HM Jhoni, Kecamatan Medan Denai yang diamuk massa dan akhirnya tewas meski mendapat pertolongan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area AKP Alexander Piliang ketika dikonfirmasi wartawan, Senin, membenarkan tewasnya tersangka perampokan tersebut.

Pelaku yang tewas itu, menurut dia, berinisial RNI (24) warga Jalan Bersama, Gang Istirahat, Kecamatan Medan Tembung.

“Sedangkan rekannya bernisial ALN (19) warga Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang diboyong ke Polsek Medan Area dan masih menjalani proses pemeriksaan,” ujar AKP Alexander.

Ketika dipertanyakan mengenai status kedua tersangka sebagai residivis aksi jambret dan perampokan, pihaknya belum bisa menyimpulkan karena masih dalam pemeriksaan.

“Kita belum tahu, dan masih diselidiki,” katanya.

Alexander menambahkan, kedua tersangka diamankan dari lokasi perampokan karena diamuk massa pada Minggu (14/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

“Kemudian kita bawa ke RS Bhayangkara Medan, namun Senin (15/2) sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku meniggal dunia,” katanya.

Informasi diperoleh menyebutkan, ketika itu korban Alfayed Iqbal (11) hendak pulang ke rumahnya di Jalan HM Jhoni, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, dengan berjalan kaki sambil memegang telepon selular.

Kedua pelaku menodong korban dengan menggunakan obeng dan memaksa korban untuk menyerahkan telepon selular dan dompet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.