PENGEMUDI 4WD BAWA METAMFITAMIN DIRINGKUS POLISI – Poskota.co

PENGEMUDI 4WD BAWA METAMFITAMIN DIRINGKUS POLISI

POSKOTA.CO – Seorang pria pengemudi kendaraan 4WD dan kedapatan menelepon saat berkendara di Sydney Australia, ternyata membawa narkotiba jenis metamfetamin atau sabu senilai 1,2 juta dolar Australia atau setara dengan Rp11,8 miliar.

Mobil dikendarai pengemudi berusia 26 tahun itu dihentikan polisi, karena pelanggaran menggunakan telepon saat mengemudi, seperti dikutip dari kantor berita AAP, Sabtu (23/7).

Saat dihentikan di Haymarket, Jumat (22/7), polisi memeriksa seluruh bagian mobil 4WD tersebut, dan kemudian ditemukan narkoba seberat tiga kilogram.

Pria tersebut diringkus dengan tuduhan memasok narkoba dan perdagangan barang gelap. Dalam sidang awal, yang digelar Sabtu, pria itu gagal mendapatkan pembebasan bersyarat di Pengadilan Parramatta, Sydney, Autralia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)