PEMILIK TOKO KELONTONG DITEMUKAN TEWAS DENGAN LUKA DI BAHU DAN TENGKUK – Poskota.co
Wednesday, September 20

PEMILIK TOKO KELONTONG DITEMUKAN TEWAS DENGAN LUKA DI BAHU DAN TENGKUK

POSKOTA.CO – Seorang pemilik toko kelontong ditemukan tak bernyawa di dalam kios kontrakannya di Jalan Kemuning, Pondok Pucung Indah, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Korban ditemukan tewas dengan luka di bahu dan tengkuk.

“Korban bernama Sumarmin (40), warga Purwadadi, Grobogan, Jawa Tengah. Korban ditemukan telah meninggal pada Sabtu (10/9) sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Kasubag Humas Polres Tangsel AKP H Mansuri dalam keterangannya, Sabtu (10/9).

Kios Lokasi penemuan korban (Dok Humas Polres Tangsel)
Kios lokasi penemuan korban (Dok Humas Polres Tangsel)

Penemuan jenazah korban bermula saat saksi mata bernama Joko heran karena korban sudah dua hari tak terlihat. Dia kemudian mendatangi toko kelontong milik Sumarmin dan melihat pintu rolling sedikit terbuka dan mencium bau tak sedap.

“Saksi memanggil-manggil korban namun tak ada jawaban. Setelah itu dia melaporkan hal tersebut kepada pemilik kontrakan bernama Yusrahim. Saat dicek ke dalam toko, mereka menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi korban terbaring dan didapati luka sobek di bahu dan luka tusuk di tengkuk,” jelas Mansuri.

Mendapati Sumarmin telah meninggal dunia, Joko dan Yusrahim menghubungi anggota keluarga korban dan pihak kepolisian. Kepada petugas, Yusrahim mengatakan, selama empat tahun mengontrak di rumah miliknya untuk berjualan kelontong, korban tak pernah bermasalah dengan warga sekitar.

“Korban selama mengontrak tidak mendengar adanya permasalahan dengan warga sekitar dan pernah mendengar kalau korban punya masalah dengan istrinya,” kata Mansuri.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab tewasnya Sumarmin. “Polisi belum dapat menyimpulkan siapa pelaku, namun melihat dari kejadian di TKP, ada beberapa rokok yang berada di etalase hilang diduga diambil pelaku,” kata Mansuri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.