PEMILIK TOKO KELONTONG DITEMUKAN TEWAS DENGAN LUKA DI BAHU DAN TENGKUK – Poskota.co

PEMILIK TOKO KELONTONG DITEMUKAN TEWAS DENGAN LUKA DI BAHU DAN TENGKUK

POSKOTA.CO – Seorang pemilik toko kelontong ditemukan tak bernyawa di dalam kios kontrakannya di Jalan Kemuning, Pondok Pucung Indah, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Korban ditemukan tewas dengan luka di bahu dan tengkuk.

“Korban bernama Sumarmin (40), warga Purwadadi, Grobogan, Jawa Tengah. Korban ditemukan telah meninggal pada Sabtu (10/9) sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Kasubag Humas Polres Tangsel AKP H Mansuri dalam keterangannya, Sabtu (10/9).

Kios Lokasi penemuan korban (Dok Humas Polres Tangsel)
Kios lokasi penemuan korban (Dok Humas Polres Tangsel)

Penemuan jenazah korban bermula saat saksi mata bernama Joko heran karena korban sudah dua hari tak terlihat. Dia kemudian mendatangi toko kelontong milik Sumarmin dan melihat pintu rolling sedikit terbuka dan mencium bau tak sedap.

“Saksi memanggil-manggil korban namun tak ada jawaban. Setelah itu dia melaporkan hal tersebut kepada pemilik kontrakan bernama Yusrahim. Saat dicek ke dalam toko, mereka menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi korban terbaring dan didapati luka sobek di bahu dan luka tusuk di tengkuk,” jelas Mansuri.

Mendapati Sumarmin telah meninggal dunia, Joko dan Yusrahim menghubungi anggota keluarga korban dan pihak kepolisian. Kepada petugas, Yusrahim mengatakan, selama empat tahun mengontrak di rumah miliknya untuk berjualan kelontong, korban tak pernah bermasalah dengan warga sekitar.

“Korban selama mengontrak tidak mendengar adanya permasalahan dengan warga sekitar dan pernah mendengar kalau korban punya masalah dengan istrinya,” kata Mansuri.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab tewasnya Sumarmin. “Polisi belum dapat menyimpulkan siapa pelaku, namun melihat dari kejadian di TKP, ada beberapa rokok yang berada di etalase hilang diduga diambil pelaku,” kata Mansuri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)