PEMBUNUH PEMILIK TOKO KELONTONG TERNYATA PASANGAN SESAMA JENIS – Poskota.co

PEMBUNUH PEMILIK TOKO KELONTONG TERNYATA PASANGAN SESAMA JENIS

POSKOKOTA.CO – Dalam waktu singkat, aparat kepolisian berhasil mengungkap pembunuhan Sumarmin (40), pemilik toko kelontong di Pondok Pucung Indah I, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pelaku ternyata adalah pasangan sesama jenis korban.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, motif pelaku membunuh korban dilatarbelakangi masalah hubungan asmara antara korban dengan pelaku, Jacobus Putu S (33).

“Korban mengajak hubungan intim dan ditolak pelaku saudara Putu, akhirnya cekcok mulut, dan tersangka Putu dikata-katain korban hingga tersinggung,” jelas Hendy dalam keterangannya, Selasa (13/9).

Jacobus Putu S (33), pelaku pembunuh pemilik toko kelontong di Pondok Aren, Tangsel.
Jacobus Putu S (33), pelaku pembunuh pemilik toko kelontong di Pondok Aren, Tangsel.

Pelaku ditangkap oleh tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Tangsel dan Polsek Pondok Aren pimpinan Kompol Awaludin Amin, pada Selasa (13/9) pagi di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro Sektor IX.

Pembunuhan berawal ketika korban datang ke lokasi pada Kamis (8/9) sekitar pukul 21.30 WIB. Korban saat itu menutup warungnya, kemudian berhubungan intim dengan pelaku selama setengah jam.

Tetapi korban kemudian mengajak pelaku untuk berhubungan intim kembali, namun ditolak pelaku. Pelaku pun kesal hingga terjadi cekcok mulut dengan korban yang mengata-ngatai pelaku.

Pelaku pun tersinggung dan kemudian kalap. Ia kemudian pergi ke dapur untuk mengambil sebilah pisau.

“Tersangka mengambil pisau dapur dan kemudian menusuk dada korban, kemudian korban berontak lalu dipukul dengan panci, lalu korban ditusuk lagi lehernya dan dibekap dengan bantal hingga korban meninggal,” jelas Hendy.

Setelah membunuh korban, pelaku kemudian mengambil uang Rp500 ribu dari laci, serta sejumlah rokok. Setelah membunuh korban, pelaku kemudian membuang celana, sandal dan pisau di rumah kosong.

“Selanjutnya pada hari Jumat pagi Putu meminjam mobil ke H Dani. Setelah itu pelaku menjemput pacar perempuannya di Alf Misi,” sambung Hendy.

Setelah itu pelaku melarikan diri ke Klaten, Jateng. Setelah sampai di Yogyakarta, pelaku menjual handphone miliknya di sebuah counter di kawasan Yogyakarta.

“Pelaku sempat bersembunyi di rumah tantenya,” ujar Hendy.

Selanjutnya dari Yogyakarta, pelaku kembali ke Jakarta dan tiba sekitar pukul 12.00 WIB pada Jumat itu.

Tetapi kemudian jejak pelarian pelaku berakhir. Pelaku ditangkap di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro Sektor IX. Pelaku saat ini masih diperiksa intensif. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)