PEMBOM GEREJA MELUKAI 4 BOCAH, BERASAL DARI KOTA BOGOR – Poskota.co

PEMBOM GEREJA MELUKAI 4 BOCAH, BERASAL DARI KOTA BOGOR

POSKOTA.CO – Empat bocah berusia antara 2 sampai 4 tahun mengalami cidera berat akibat ulah seorang pria berinitial J, yang melakukan pengeboman di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 13 November.

Hingga Minggu petang keempat bocah yang saat itu bersama orangtuanya melakukan ibadah menjadi sasaran pria berjenggot. “Keempat korban dirawat diRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis Samarinda,” ungkap
Kapolres Samarinda Kombes Pol Setyobudi.

Keempat bocah yang menjadi korban ledakan:

1. Intan Olivia Banjarnahor, usia 2,5 tahun. Kondisi kritis
2. Anita Kristakel Sihotang, usia 2 tahun. Kondisi kritis
3. Alvaro Ora Kristan Sinaga, usia 4 tahun
4. Triniti Hudahaya, usia 3 tahun

Pelaku yang ditangkap
Pelaku yang ditangkap

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 10.30 WIB atau 11.30 Wita. Jemaat baru saja melaksanakan ibadah dan keluar dari gereja.

Tiba-tiba, seorang pria melemparkan sesuatu dan benda tersebut meledak. Kemudian pelaku melarikan diri dengan melompat ke Sungai Mahakam.

Kapolres Samarinda Kombes Pol Setyobudi mengatakan pelaku peledakan bukan warga asli setempat. Pelaku berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.