PELAKU MINTA TEBUSAN RP10 JUTA, POLISI BURU PENCULIK NENEK SUMARMINAH – Poskota.co

PELAKU MINTA TEBUSAN RP10 JUTA, POLISI BURU PENCULIK NENEK SUMARMINAH

Sumarminah (65 tahun)
Sumarminah (65 tahun)

POSKOTA.CO – Satuan Reserse Kriminal Satreskrim) Polresta Depok terus memburu para penculik seorang nenek bernama Sumarminah (65), mantan pengusaha furniture. Para pelaku sempat mengirimkan pesan singkat bernada ancaman, dan meminta uang tebusan sebesar Rp10 juta. Polisi pun melakukan pengejaran hingga ke wilayah Bogor.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho mengaku, telah menerjukan 18 anggota buser untuk mengejar para pelaku penculikan Sumarminah. Sebelumnya, kasus penculikan itu dilaporkan anak korban, Retno Ciptaningsih (40), ke Polda Metro Jaya dengan laporan No: LP/6363/2016/PMJ/Dit Reskrimum.

“Kami masih mengejar tiga pelaku penculikan korban, dan membantu Polda guna mengungkap kasus kejahatan ini. Anggota kami dan Polda sudah menyisir sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor untuk mengejar tiga pelaku. Informasi penculikan itu dilaporkan keluarga korban karena pelaku meminta tebusan Rp10 juta agar orang tua mereka dikembalikan,” jelasnya, Rabu (4/1) malam.

Teguh menambahkan, berdasarkan informasi Retno, sebelum kasus penculikan atas Sumarminah terjadi, nenek empat cucu itu sempat berpamitan kepada anaknya untuk pergi ke Bogor. Kepergian korban itu untuk mengurus urusan keluarga yang harus diselesaikan. Namun, sejak saat itu keluarga kehilangan kontak dengan korban. Bahkan, telepon selular milik korban pun tidak dapat dihubungi oleh anak dan cucunya.

Setelah menghilang beberapa jam, sambung Teguh, keluarga Sumarminah pun mendapatkan pesan singkat atau SMS dari nomor orang tua mereka yang berisi kalimat, “Kalau mau bu Heru selamat, usahain uang 10 juta besok paling telat jam 12 siang sudah harus kirim. Terus kalau mau kirim kasih tahu dulu oke, kalau mau tahu bu Heru sekarang posisinya kami sandera dan masih sehat. Kalau sampai besok tidak dikirim, kami masukan ibu Anda ke penjara”.

Melihat pesan itu, keluarga besar nenek empat cucu ini pun langsung melaporkan kasus penculikan itu ke SPKT Polda Metro Jaya. “Awal dari penyelidikan kami, masalah ini sepertinya soal utang-piutang, dan berlanjut kepada penculikan. Keberadaan korban dan pelaku sampai saat ini masih dalam penyelidikan anggota. Mudah-mudahan kasus ini cepat terungkap,” ujar Teguh. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.