NASABAH BISNIS INVESTASI SERBU RUMAH BOSS PANDAWA GROUP – Poskota.co
Saturday, September 23

NASABAH BISNIS INVESTASI SERBU RUMAH BOSS PANDAWA GROUP

POSKOTA.CO – Hati-hati bila ingin berbisnis investasi. Di Depok, Jawa Barat, sebuah bisnis investasi diduga merugikan para nasabahnya hingga miliaran rupiah. Ya, bisnis investasi berlabel Pandawa Group itu kini tengah diserbu para nasabahnya karena tak lagi memberikan pembagian keuntungan yang seharusnya dilakukan setiap bulan.

Rumah pimpinan bisnis investasi Pandawa Group di Perumahan Ganda Palm Blok A2 Nomor 18, Limo, Depok, terus didatangi para nasabah yang ingin dana investasinya segera dikembalikan. Para nasabah berharap bisa bertemu Salman Nuryanto, boss Pandawa Group.

Sayangnya, harapan para nasabah itu sia-sia. Pasalnya, orang yang mereka harap bisa mengembalikan dana investasinya, sudah tak ada di rumah itu, begitu pun keluarganya.

Rumah pimpinan bisnis investasi Pandawa Group di Perumahan Ganda Palm Blok A2 Nomor 18, Limo, Depok, terus didatangi para nasabah yang ingin dana investasinya segera dikembalikan. Namun boss Pandawa Group tersebut keberadaannya belum diketahui.
Rumah pimpinan bisnis investasi Pandawa Group di Perumahan Ganda Palm Blok A2 Nomor 18, Limo, Depok, Jawa Barat terus didatangi para nasabah yang ingin dana investasinya segera dikembalikan. Namun boss Pandawa Group tersebut kini keberadaannya belum diketahui.

Menurut seorang nasabah yang sudah bolak balik ke rumah tersebut, Salman Nuryanto sudah pergi sejak empat hari lalu. “Saya sudah bolak-balik, tapi nggak ketemu Pak Nuryanto,” ujar Irianto, nasabah bisnis investasi Pandawa Group, Selasa (17/1).

Irianto mengaku, telah menginvestasikan dana Rp26 juta ke dalam investasi Pandawa Group. Belum lagi uang yang diinvestasikan besannya. “Saya invest Rp26 juta, besan saya sekitar Rp50 juta. Total hampir Rp100 jutaanlah,” tambah Irianto.

Tak hanya Irianto, nasabah lainnya juga mengalami nasib yang sama. Midah, seorang pedagang sayuran juga mengaku tak mendapat kejelasan soal dana Rp100 juta yang diinvestasikannya ke dalam bisnis Pandawa Group.

“Saya mau tarik duit itu untuk modal dagang dan keperluan lain. Tapi sampai sekarang saya belum bisa menarik duit itu karena Pak Nuryanto-nya tidak ada,” ujar Midah lirih.

Hingga kini, Salman Nuryanto tak diketahui keberadaannya. Aparat kepolisian belum melakukan tindakan atas persoalan ini karena belum adanya laporan dari para nasabah yang merasa dirugikan.

Sebelumnya, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan bisnis investasi Pandawa Group ilegal. Pernyataan itu dikeluarkan OJK karena pengelolaan uang yang dilakukan Pandawa Group berpotensi merugikan masyarakat. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.