MELAWAN PENODONG, 2 WANITA MENGALAMI LUKA PARAH – Poskota.co

MELAWAN PENODONG, 2 WANITA MENGALAMI LUKA PARAH

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Melawan  penodong  di fly over Jembatan Lima, dua wanita Marni,24, dan Risnawati,25, mengalami luka parah di kepala dan dan kakinya setelah terjatuh dari motor akibat terlibat tarik menarik dengan para pelaku, Minggu (22/5).

Keduanya baru saja menghabiskan malam minggu di Kota Tua hendak menuju rumahnya di kawasan Tambora. Dengan berboncengan menggunakan motor Honda Beat, melintasi fly over Jembatan Lima yang tengah sepi.

“Saat lagi dijalan, tiba-tiba sebuah motor Yamaha Vixion langsung memepet motor saya. Dia berteriak mengancam sambil berusaha mengambil tas saya,” kata Risnawati.

Tarik menarik pun terjadi antara keduanya. Risnawati terus berusaha mempertahakankan tasnya. Sementara Marni menambah kecepatan motornya untuk menghindari kejaran kedua pelaku.

Apes, karena kalah kuat, tas putih yang dibawa wanita asal Brebes itu raib dibawa pelaku yang kabur kearah Jembatan Lima. Sementara, motor yang mereka tumpangi terjatuh sehingga keduanya langsung terpental ke aspal.

“Dua handphone Nokia dan Evercross saya raib dibawa pelaku. Selain itu, dompet berisi uang Rp 300 ribu juga mereka bawa,” kata Risna yang kepala,kaki dan tangannya mengalami luka itu.

Sementara Marni belum mau memberikan keterangan karena masih dalam proses penyembuhan luka di perutnya akibat tergores aspal. Hingga kini keduanya kini tengah menjalani perawatan di RS Atmajaya .

Kapolsek Tambora Kompol M Syafe’i menerangkan, pihaknya kini tengah mengejar kedua pelaku. Ia menduga, sindikat begal ini merupakan kelompok yang biasa beraksi di wilayah Tambora dan Kalideres. “Motifnya sama dengan kejadian-kejadian serupa,” terang Kapolseka.

Untuk mencegah hal serupa terulang, jajarannya akan terus mengefektifkan patroli selama 24 jam, terutama di jalan-jalan sepi. “Masyarakat juga dihimbau untuk waspada dan hati-hati jika bepergian pada malam dan dini hari,” pesan Kapolsek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.