MAYAT TERBAKAR DI SERPANG, DIBUNUH TEMANNYA – Poskota.co
Saturday, September 23

MAYAT TERBAKAR DI SERPANG, DIBUNUH TEMANNYA

Pembakar temannya
Pembakar temannya

POSKOTA.CO – Pembunuh pria yang ditemukan tewas terbakar di Kampung Ciater 2, RT 2/8, Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan berhasil diungkap. Pelakunya berjumlah dua orang. “Motif pembunuhan terhadap Andi Syahputra soal piutang,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti, Rabu (27/7).

Dua pelaku yang ditangkap yakni Pram Utama alias Bram,32, dan seorang remaja berusia 14 tahun berinisial T yang ikut membantu mengeksekusi korban. Motifnya masalah utang piutang.

Hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan Andi Syahputra ini bukan hanya soal utang. Tapi akibat utang yang dibungakan. “Pelaku utama Pram, tersangka T hanya bmembantu,” tambah Krisna.

Menurut Pram, hutang piutang itu sudah terjadi sejak mereka berdua sama-sama di kampung. Saat itu Pram meminjam uang Rp 3 Juta dari korban. Lalu pergi ke Jakarta. Tapi baru meminjam beberapa hari, korban sudah mulai menagih. Bahkan ada hitung-hitungan bunga.

“Makanya saya kesal. Dia itu suka pinjam uang ke saya, dan tak pernah saya berikan bunga juga,” kata Pram ke polisi.

Pram yang murka kemudian mengundang Andi datang ke kontrakannya di Pamulang, Kota Tangerang Selatan pada Senin (25/7/2016).

Pram membunuh Andi bersama seorang rekannya yang masih dibawah umur di kontrakan itu. Setelah itu barulah mayat Andi dibuang ke Kebon Kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.