MALING MOTOR DITEMBAK PIPINYA, SETELAH MELUKAI POLISI – Poskota.co

MALING MOTOR DITEMBAK PIPINYA, SETELAH MELUKAI POLISI

POSKOTA.CO – Brigadir Novrizal, yang tertembak lengannya oleh komplotan pencuri motor berangsur membaik. “Peluru yang bersarang berhasil dikeluarkan oleh tim medis,” ungkap Kapolres Kota Tangerang Kombes Asep Edi Suheri ketika dikonfirmasi, Senin 24 April 2017.

Kawanan penjahat asal Lampung ini kepergok mencuri sepeda motor Honda Vario B 3370 BXM milik Mursalim. Ketika akan ditangkap mereka melakukan perlawanan dengan senjata api rakitan.Baku tembak tersebut terjadi di Jalan Raya Serang KM 15, Desa Bojong, Kecamatan Cikupa, Senin sore.

Pelaku yang tertembak bernama Samsul,31, warga Desa Jabung, Lampung Timur. kini berada di ‎kamar mayat RSUD Tangerang. Satu pelaku yang diamankan RBS ,24. Dari tangan para penjahat ini disita barang bukti,sepucuk pistol rakitan berikut 5 butir peluru, 3 anak kunci letter T, pisau cutter dan Honda Beat BE 4711 AQ. 24DOR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)