KETUA RW TERLIBAT PEMBUNUHAN YAP SUN KOK – Poskota.co
Wednesday, September 20

KETUA RW TERLIBAT PEMBUNUHAN YAP SUN KOK

Pembunuh Yap
Pembunuh Yap

POSKOTA.CO – Pembunuh Yap Sun Kok,62, ternyata dilakukan oleh mantan Ketua RW Sei Ladi Japarudin,49, dan Miswandi,50. DRama pembunuhann itu, Rabu(10/2) dilakukan rekontruksi dengan rinci kedua pelaku melakukan rangkaian cara-cara menghabisi nyawa korban.

Thong Peng,35, anak kedua Korban, meminta agar kedua tersangka di hukum seberat-beratnya. “Saya kira ada yang mengotaki pembunuhan terhadap orangtua saya,” ungkap anak korban saat pelaku digiring anggota Polres Tanjungpinang

Menurut Thong Peng, awalnya Yap Sun Kok meminta kepada biro jasa, yaitu, Asui, untuk mengurus surat tanah. Tiba-tiba pengurusan berubah menjadi akte jual beli. Apakah ini penyebab awal atau hal lain, polisi masih mendalaminya.

Wakapolres Tanjungpinang, Kompol, I Wayan Sudarmaya, yang ikut menyaksikan rekontruksi tersebut, meminta kepada jajaran untuk terus mendalami motif dari tersangka, sebelum dilakukan pelimpahan perkara kepihak kejaksaan.

Tidak ada satu orang tetangga korban yang menduga, otak dari pembunuhan terhadap Yap Sun Kok adalah Ketua RW mereka sendiri. Untuk menutupi perbuatannya, Japarudin, minta dijadikan saksi dalam peristiwa tersebut. “Nggak sangka, Pak RW berbuat sekeji itu,” ujar Pendi, warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)