KEMENKUMHAM: KALAPAS KARAWANG TERANCAM DIPECAT – Poskota.co

KEMENKUMHAM: KALAPAS KARAWANG TERANCAM DIPECAT

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Kantor Wilayah Jawa Barat Agus Toyib menyatakan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karawang terancam dipecat jika terbukti ada keterlibatannya dalam kasus temuan narkoba di lapas tersebut.

“Pemecatan berlaku bila memang Kepala Lapas terbukti dengan sengaja ‘bermain’,” kata Agus kepada wartawan di Bandung, Sabtu. Beberapa jenis narkoba ditemukan petugas gabungan polisi dan BNN setempat saat melakukan operasi Antik 2016 di Lapas Karawang, Jumat (5/2) malam.

Menurut Agus temuan narkoba di dalam lapas itu menjadi peringatan agar jajaran Lapas Karawang lebih memperketat pengamanannya. “Narkoba masuk lapas, maka di situ harus ada evaluasi bagian mana titik lemahnya,” katanya.

Ia menambahkan sanksi bagi kepala lapas dan jajarannya yaitu hukuman bahkan pemecatan akan diberlakukan jika ada yang terbukti bersalah. Namun sebelum pemecatan, kata dia, pihaknya perlu melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui kesalahannya. “Kalau pemecatan, masih butuh pendalaman lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya petugas gabungan berjumlah 300 personel terdiri dari jajaran Polda Jabar sembilan personel, kemudian dibantu jajaran Reskrim, Reserse Narkoba, Intelkam, Sabhara dan petugas dari BNN Karawang, berikut mengerahkan dua ekor anjing pelacak terlibat dalam Operasi Antik 2016 di Lapas Karawang.

Operasi narkoba itu berhasil menemukan barang bukti narkoba yakni enam paket kecil sabu-sabu, dua butir ekstasi, 10 papan pil dextro dan satu paket ganja. Barang bukti lainnya yang diamankan yakni beberapa bong, alat konsumsi sabu-sabu, kemudian 35 unit telepon seluler dan 45 kartu sim.

Operasi tersebut difokuskan di blok A, C, dan blok D Lapas Karawang yang dihuni kusus narapidana kasus narkoba. Petugas juga melakukan tes urine terhadap penghuni Lapas Karawang, yang hasilnya dari 125 sampel urine, sebanyak 46 narapidana positif menggunakan narkoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)