JALUR LAUT DIMANFAATKAN PENYELUNDUP NARKOBA – Poskota.co

JALUR LAUT DIMANFAATKAN PENYELUNDUP NARKOBA

Buwas
Buwas

POSKOTA.CO – Nelayan banyak dimanfaatkan oleh sindikat narkoba untuk menyelundupkan barang haram tersebut ke bumi pertiwi. “Penyelundup narkoba banyak mengalihkan cara masuk ke Indonesia dengan jalur laut,” ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso, Jumat(22/7).

Menurut Buwas, daerah perbatasan yang rawan dijadikan jalur penyelundupan dengan memanfaatkan mata pencarian penduduk. “Mayoritas penduduk adalah nelayan yang memiliki kegiatan rutin yang rentan dimanfaatkan jaringan narkoba,” katanya.

Dia berharap, seluruh lapisan masyarakat aktif ikut dalam melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang masuk ke Indonesia.

Selain itu, lanjut Buwas mengingatkan pada seluruh instansi yang terkait bisa melakukan koordinasi dan meningkatkan sinergi sekaligus meningkatkan fungsi peranan masing-masing institusi dalam rangka menjaga kelautan tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)