EDARKAN SABU, OKNUM HONORER DISHUB DIRINGKUS – Poskota.co

EDARKAN SABU, OKNUM HONORER DISHUB DIRINGKUS

POSKOTA.CO – Seorang oknum pegawai honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, diciduk Kepolisian Resor (Polres) Inhil karena tertangkap tangan menjadi pengedar sabu-sabu.

“Tujuh paket sabu berhasil disita dari tangan tersangka. Selain itu turut diamankan satu unit timbangan digital, plastik pembungkus sabu-sabu dan alat isap,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Selasa (6/9).

AKBP Guntur mengutarakan, tersangka berinisial FW (31) diamankan pada Selasa dinihari sekitar pukul 01.00 WIB di kediamannya di Jalan Batang Tuaka, Kelurahan Tembilahan Kota, Kabupaten Indragiri Hilir.

Menurut Guntur, penangkapan FW berawal dari informasi dan hasil pengembangan sejumlah pengungkapan sebelumnya. FW disebut sebagai pengedar narkoba yang kerap beraksi di Tembilahan, ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir.

Berawal dari informasi tersebut, anggota Satres Narkoba Polres Indragiri Hilir kemudian melakukan pemetaan dan penyelidikan di lapangan.

Hasil penyelidikan, kata Guntur, disimpulkan FW diduga kuat sebagai pengedar sabu-sabu. Petugas selanjutnya melakukan penggerebekan ke kediaman tersangka. Hasilnya, ditemukan barang bukti berupa tujuh paket sabu-sabu.

Ketujuh paket sabu tersebut terdiri atas tiga paket sedang dan empat paket kecil. Selain itu turut ditemukan timbangan digital, plastik bening, pipet plastik berbentuk sendok, alat isap, gunting, ponsel dan sejumlah uang.

Saat ini tersangka berikut barang bukti diamankan ke Mapolres Inhil guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat iniĀ  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)