DIAMANKAN BURUH PTPN V PENJUAL PISTOL ILEGAL – Poskota.co

DIAMANKAN BURUH PTPN V PENJUAL PISTOL ILEGAL

POSKOTA.CO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu, Provinsi Riau berhasil menggagalkan upaya penjualan sepucuk senjata api laras pendek ilegal jenis Winchester dan amunisinya.

“Barang bukti itu diamankan dari tersangka. Kita masih terus melakukan pengembangan terkait temuan ini,” kata Kapolres Rokan Hulu AKBP Pitoyo Agung Yuwono kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu (31/7).

AKBP Pitoyo menuturkan, pengungkapan akan upaya penjualan senjata api tersebut berawal dari laporan adanya seorang pria yang memiliki senjata api.

Berawal dari informasi itu, petugas langsung melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Hasilnya, pada Jumat (29/7), polisi melakukan pengejaran hingga ke Simpang PTPN V Kecamatan Pagaran Tapah, Rokan Hulu. “Di lokasi tersebut, kita temukan dua pria sedang berboncengan menggunakan sepeda motor,” jelas Pitoyo.

Mendapati kedua orang itu diduga kuat sebagai target, polisi langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya, dari tangan kedua pria masing-masing berinisial RAN (29) dan ALT (22) ditemukan senjata api tersebut.

Hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa RAN yang merupakan seorang buruh di PTPN V itu merupakan pemilik pistol tersebut sementara ALT hanya diajak untuk menjual.

Kepada polisi, RAN mengaku mendapatkan barang yang tidak seharusnya dia kuasai itu dari seorang warga Provinsi Aceh. Saat ini, keduanya berikut barang bukti diamankan di Mapolres Rokan Hulu.

“Keterangan keduanya masih terus didalami, dan kita juga akan terus memburu pelaku yang memberi pistol itu,” pungkas AKBP Pitoyo. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_282" align="alignleft" width="300"] Dalam Pilkada Jatim sebenarnya yang menang adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. (DOK)[/caption] POSKOTA.CO – Terungkap. Mantan Ketua MK Akil Mochtar mengaku, pemenang dalam Pilkada Jatim sebenarnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, bukan KarSa. Putusan terhadap kemenangan Khofifah-Herman itu sudah diputuskan 7 hari sebelum amar putusan dibacakan MK pada 7 Oktober 2013. "Jadi keputusan MK itu sebenarnya sudah ada 7 hari sebelum amar putusan. Dan, itu Pak Akil menegaskan bahwa Bu Khofifah dan Pak Herman yang menang. Tapi ini tiba-tiba putusannya incumbent yang menang," kata kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2014). Otto mengatakan, pada 2 Oktober 2013 Akil ditangkap KPK karena kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013. Padahal, amar putusan PHPU Jatim belum dibacakan, sementara dia adalah Ketua Panel PHPU tersebut. "Pak Akil Ketua Panel, putusan 7 hari sebelum dibacakan sudah ada, tapi pasca ditangkap Pak Akil itu tiba-tiba pihak sana (KarSa) yang menang. Ini ada apa?" kata Otto. Sebelum ditangkap Akil, kata Otto pernah mengirim surat ke MK. Isinya meminta klarifikasi kepada para hakim konstitusi lain, kenapa putusan itu tiba-tiba berubah. "Jadi tadi Pak Akil minta kepada saya untuk menyurati MK, mengklarifikasi masalah tersebut," ucap dia. Dalam amar putusannya, MK memerkuat keputusan KPUD Jatim yang menetapkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk Provinsi Jatim periode 2013-2018. Akil Mochtar oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah 2013 dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013 di MK. KPK juga menyematkan status tersangka pada bekas politisi Partai Golkar itu dalam kasus dugaan pencucian uang yang diduga berasal dari uang suap. Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tindak pidana narkoba atas tersangka M. Akil Mochtar dari penyidik Badan Narkotika Nasional. Surat tersebut dibuat oleh penyidik BNN pada 20 November 2013 dan diterima oleh Kejaksaan Agung pada 22 November 2013. (djoko)