BAPAKNYA DIPENJARA ANAK MATI DITEMBAK – Poskota.co
Wednesday, September 20

BAPAKNYA DIPENJARA ANAK MATI DITEMBAK

Seorang bandit terkapar ditembak
ILUSTRASI

POSKOTA.CO – Jenazah terduga teroris, Fonda Amar Dholihin (22), warga Brengosan, Purwosari, Laweyan, Kota Solo, dikubur di tempat pemakaman Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat.

Jenazah anak dari Joko Tri alias Joko Parkit tersebut, setelah dishalatkan di Masjid Al Muhajiri kamung setempat, kemudian dimasukan mobil ambulans untuk diberangkatkan ke tempat pemakaman Polokarto, sekitar pukul 07.00 WIB atau mundur satu jam dari rencana.

Endro Sudarsono selaku panitia pemakaman Fonda mengatakan hasil musyawarah keluarga, panitia pemakaman, dan Tim Pengacara Muslim (TPM) Jateng, jenazah Fonda setelah tiba di rumah di Solo akan dimakamkan di tempat pemakamam Islam di Polokarto, berangkat dari rumah mundur sekitar satu jam dari jadwal semula.

Jenazah Fonda diterbangkan dari Palu menuju Bandara Juanda Surabaya, Kamis (17/3) malam, dan kemudian dibawa melalui jalan darat menuju rumah di Purwosari, Solo.

“Jenazah Fonda tiba di rumahnya sekitar pukul 04.30 WIB, dan kemudian dishalatkan di Masjid Muhajirin Brengosan yang dipimpin oleh Ustadz Sholeh Ibrahim dan Abu Husna,” katanya.

Sekitar 100 pelayat yang ikut mengantarkan jenazah Fonda, terus menyerukan takbir di sepanjang jalan yang dilintasi menuju tempat pemakaman di Polokarto.

Fonda Amar Sholihin (22), warga Brengosan, Purwosari, Solo, anak dari Joko Parkit yang kini masih meringkuk di tahanan di Pekalongan akibat terlibat terorisme.

Agus Dwi Priyono, salah satu paman Fonda, mengatakan Fonda merupakan anak dari Joko Tri alias Joko Parkit yang sebelumnya ditahan di Nusakambangan, tetapi kini sudah dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan Pekalongan.

Fonda tewas saat kontak senjata dengan aparat kepolisian dan TNI di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu, sedangkan jenazahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu, untuk dites DNA.

Jenazah Fonda kemudian dipulangkan ke rumahnya di Solo, pada Kamis (17/3) malam, dan kemudian dimakamkan di Polokarto, Sukoharjo, Jumat pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.