ASYIK JUDI, 4 ANGGOTA DPRD DITANGKAP DI CIREBON – Poskota.co

ASYIK JUDI, 4 ANGGOTA DPRD DITANGKAP DI CIREBON

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Dari kamar 707 yang dipakai bermain judi oleh empat anggota DPRD Cirebon, polisi menyita uang Rp 5 juta. Kini para wakil rakyat tersebut masih diperiksa intensif di Mapolda Jabar.

Dari kamar yang disewa polisi menemukan 6 orang. Dua lagi makan sedang empat lainnya asyik mengadu nasib dengan kartu. “Barang bukti selain uang, juga kartu remi yang dipakai sebagai alat adu nasib,” ungkap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat(22/7).

Inisial keempat anggota DPRD Kabupaten Cirebon itu antara lain, HS, AS, A, dan HT. “Status mereka kini telah dinaikkan menjadi tersangka,” ujar Yusri.

Yusri menerangkan, tujuan kedatangan keempat anggota dewan itu ke Bandung adalah untuk menghadiri rapat.

“Mereka rencananya menghadiri rapat peningkatan kapasitas kepemimpinan anggota DPRD Kabupaten Cirebon. Dari fraksi mana kita belum tahu karena masih dalam pendalaman,” ujar Yusri.

Mereka dikenakan Pasal 30 KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)