ANIAYA SEORANG BOCAH, TIGA PEGAWAI KEBERSIHAN MAL DI JAKBAR DITANGKAP POLSEK TAMBORA – Poskota.co

ANIAYA SEORANG BOCAH, TIGA PEGAWAI KEBERSIHAN MAL DI JAKBAR DITANGKAP POLSEK TAMBORA

Iqbal Maisya (5/kiri), bocah yang dianiaya sampai luka para oleh tiga pelaku pegawai kebersihan Mal Season City yakni, YD(25), YA(16) dan seorang wanita AA(16), kini ketiganya diamankan di Mapolsek Tambora Jakarta Barat.
Iqbal Maisya (5/kiri), bocah yang dianiaya sampai luka para oleh tiga pelaku pegawai kebersihan Mal Season City yakni, YD(25), YA(16) dan seorang wanita AA(16), kini ketiganya diamankan di Mapolsek Tambora Jakarta Barat.

POSKOTA.CO – Teka-teki kasus penganiyaan terhadap Iqbal Maisya bocah berusia lima tahun yang ditemukan Yanto, seorang satpam dalam keadaan terluka parah di tangga daruat pintu GF I ruang exit Mal Season City, Kamis (11/5) di Jl Jembatan Besi Raya, Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, akhirnya terungkap.

Ternyata pelaku adalah pegawai kebersihan Mal Season City, para pelaku masing-masing berinisial YD(25), YA(16) dan seorang wanita AA(16). Mereka berhasil diringkus Tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Tambora, Sabtu (13/5) malam saat akan melarikan diri.

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol M Syafi’i SIK didampingi AKP Antonius menyampaikan memo hasil pemeriksaan Unit Reskrim terhadap para pelaku.

Peristiwa berawal pada Kamis (11/5) korban yang telah terbiasa bermain di Mal Season City mendatangi Icih yang merupakan bude korban. Icih bekerja di salah satu toko di mal yang sama, sementara orang tua Iqbal bekerja sebagai tukang ojek dan bertempat tinggal persis di belakang Mal Season City di Jl Duri Baru V, Gang V, Kalianyar, Tambora.

Ketiga pelaku YD, YA dan AA merupakan pegawai kebersihan di Mal Season City lantai UG, dalam kesehariannya bekerja pelaku merasa terganggu dengan korban yang selalu bermain terkadang mengotori lantai yang sudah dibersihkan.

Karena kerap dibuat jengkel oleh korban, pada Selasa (9/5) ketiga pelaku merencanakan untuk memberi pelajaran kepada korban, selanjutnya Kamis (11/5) sekitar pukul 17.00 WIB, YD menyuruh AA membawa korban ke tangga darurat pintu GF I ruang exit.

Setelah tiba di tangga darurat, YD yang memendam dendam lalu mengganjal pintu, kemudian menganiaya korban dengan menendang ke arah perut hingga korban jatuh tersungkur.

Tak mau ketinggalan, YA pun melakukan hal yang sama, yakni dengan menganiaya dan membenturkan kepala korban ke tembok sebanyak dua kali hingga terluka parah.

Dalam keadaan tak berdaya, korban yang mengalami luka parah pada bagian kepala, bibir, kelopak mata, dan pergelangan tangan kanan patah, lalu ditinggalkan begitu saja oleh para pelaku.

Sampai akhirnya kemudian korban ditemukan seorang satpam mal, oleh warga sekitar korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan Jakarta Pusat untuk dilakukan tindakan medis.

Petugas Unit PPA Reskrim Polsek Tambora yang tiba di tempat kejadiaan perkara (TKP), kemudian melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi, dan pengembangan barang bukti di sekitar TKP berhasil diungkap.

Tanpa perlawanan berarti, ketiga pelaku yang berasal dari Bogor dan kuningan Jawa Barat itu akhirnya berhasil dibekuk saat akan melarikan diri dari tempat indekosnya.

“Para pelaku dapat dijerat tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur, Pasal 80 Ayat 2 jo 76c Undang-Undang Republik Indonesia No 36 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ucap Kapolsek Kompol M Syafi’i. (*/hariri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)