ANGGOTA BRIMOB TEWAS, 2 ANAK BUAH SANTOSO MATI DIBERONDONG – Poskota.co
Saturday, September 23

ANGGOTA BRIMOB TEWAS, 2 ANAK BUAH SANTOSO MATI DIBERONDONG

10posoPOSKOTA.CO – Seorang anggota Brimob Polda Sulteng Brigadir Wahyudi Syahputra, tewas tertembak kelompok bersenjata anak buah Santoso di Poso. Dalam penyergapan itu, dua anak buah Santoso terjengkang diberondong pasukan Brimob di Desa Sanginora. Dari tangan kelompok sipil bersenjata ini polisi menyita 1 senjata api organik jenis FN dan 12 bom rakitan aktif jenis granat.

Aparat gabungan baik dari TNI-Polri terus memburu kelompok Santoso yang sangat meresahkan ini. Gerombolan pengacau tersebut disergab petugas ketika mereka hendak kembali ke gunung tempat persembunyiannya setelah mengambil kebutuhan makanan seperti beras dan minyak untuk kebutuhan hidup.

Bahan sembilan pokok itu diangkut dengan mobil pick up hitam dengan nomor polisi DD 8547 QV. Kelompok ini terendus petugas setelah ada info dari masyarakat yang melihat orang tak dikenal membawa senjata berbelanja sejumlah kebutuhan pangan.

Dari info tersebut, petugas merazia kendaraan di tengah Sektor III Desa Sanginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Poso. Mengetahui adanya razia, mobil tersebut malah terus jalan dan mendekati pos. Brigadir Wahyudi Syahputra, kemudian hendak memeriksa isi kendaraan tiba-tiba ditembak penumpang mobil yang mengangkut bahan makanan kelompok Mujahidin tersebut.

Melihat serangan perlawanan, pasukan Brimob lalu memberondongnya dan dua orang dalam mobil mati ditembus pelor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.