30 KG SABU DISITA BNN DARI KAMAR HOTEL – Poskota.co
Wednesday, September 20

30 KG SABU DISITA BNN DARI KAMAR HOTEL

Sabu dari jaringan Malaysia
Sabu dari jaringan Malaysia

POSKOTA.CO – Sabu sebanyak 30 kg disita dari Kamar 809 Hotel Orchardz, Jalan Industri Raya, Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (4/8). “Kelompok ini terdiri lima orang, jaringan dari Malaysia,” ungkap Kepala BNN Komjen Budi Waseso di lokasi penggerebekan, Kamis (4/8).

Budi Waseso menjelaskan, dalam penggerebekan ini, anggota BNN juga menangkap lima orang pelaku yang diduga sebagai bandar. Pelaku diduga hendak menjual barang haram tersebut di Jakarta.

Lima pelaku tersebut di antarannya dua orang warga negara Malaysia dan tiga orang warga negara Indonesia. “Disimpan di plafon hotel,” kata Buwas sapaan akrab Kepala BNN.

Sebelumnya pada 14 Juni 2016, BNN juga menggerebek sebuah kontrakan di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Buwas dan tim menemukan sembilan tiang pancang berbahan baja yang menjadi tempat penyimpanan narkoba.

“Ini modus baru. Dengan mengunakan ini tidak akan tembus dari x-ray. Karena ketebalan besi, ditambah pakai alumunium foil, sabunya tidak terdeteksi. Selain itu tidak ada udara yang tembus. Anjing pelacak pun akan kesulitan,” kata Buwas di lokasi penggerebekan.

Tiang pancang berbentuk pipa itu memiliki diameter 16 centimeter dengan ketebalan 4 centimeter dengan berat kira-kira 120 hingga 190 kilogram. Dari sembilan pipa, Budi sudah membuka satu pipa yang ternyata berisi narkoba jenis sabu kristal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)