oleh

Seni Mati Suri Ketika Dikebiri?

POSKOTA.CO – Seni yg hidup adalah seni yg merdeka, bisa menjembatani rasa jiwa, ungkapan ungkapan hati dan pikiran tanpa ada tekanan atau ancaman. Tatkala seni bermanis manis, manut manut, menjilat jilat maka seni kehilangan jati dirinya. Seni akan monoton atau kembar atau dipaksa sama.

Sesuatu yg nerkaitan dg kekuasaan atau penguasa atau orang orang kaya seakan sudah di tepi surga. Serba baik serba bersih harum bahkan dideklarasikan apapun yg dikatakan atau dilakukan can do no wrong. Teringat lagu iwan fals ” bongkar”. Kesedihan hanya tontonan, atau malah alat tunggangan dalam berebut kekuasaan.

Anekdol Pil KB dan pilkadapun seakan menggelitik kesadaran dan kewarasan kita : ” pil kb kalau lupa jadi, sedankang pilkada kalau jadi lupa”. Seni sebagai penyeimbang memang diberi ruang diberi kesempatan hingga dilarisi namun kebebasanya tdk boleh dikebiri.

Seni tatkala mjd nggih ndoro maka berbahaya karena akan menjerumuskan karena terbuai candu bagus cantik indah wangi bersih manut nut nut nut. Seni kadang pahit namun itu obat sehat yg mengingatkan atau kewarasan dalam kehidupan. Seni yang bernyanyi dalam captive mind maka seni itu menjadi tumpul, buta bahkan lumpuh.

Daya penyadarnya tdk ada lagi. Semua menjadi kaca mata kuda saja pemdekatannya. Gawatnya lagi pokok e yg pekok e akan terus muncul menjamur bahkan merajalela menguasai daya nalar dan membutakan logika. Seni dan senimannya lagi lagi penuh dg kepura puraan, tdk lagi jujur tidak lqgi peka tentu saja tidak peduli dan tidak akan ada bela rasa. Seakan semua cari qman cari selamat sendiri sendiri.

Kalau pada masa penjajahan istilah londo blangkonan ( belanda ttp pakai iket kepala). Ini mungkin yg hrs kita pahami peringatan bung Karno. Bahwa musuh kita semua adalah menghadapi bangsanya sendiri. Kebodohan, kepura puraan, ketidak jujuran, akan dipelihara bahkan dihembus hembuskan melalui seni yg dikebiri.

Seni tatkala terbeli atau sudah dikendalikan kaum makelar kekuasaan maka cepat atau lambat peradaban menguap. Seni yg dikebiri sama saja mengkerdilkan imajinasi, mencetak imajinasi dalam pola cetakkan yg sama.

Jiwa tak lagi berdikari bagai macan kebun binatang, jam makan minum teratur. Tinggal menguap dan mengaum ringan makanan tersedia. Tak lagi bernyali untuk memgejar kelinci sekalipun tatkala hrs masuk hutan.

Seni selain pemecah kebuntuan juga menjadi jembatan sosial. Seni selain itu bs jg menjadi early warning. Seni jalan kebenaran dan kebebasan yg mampu menuntun ke semua jalan bagi hidup dan kehidupan untuk dapat bertahan hidup tumbuh dan berkembang. (CDL) Jakarta 4 April 2021pos

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *