oleh

Perjalanan Senang Menjadi Tegang

POSKOTA.CO – Pada suatu perjalanan dari zimbabwe ke Beira dengan pesawat ATR yg hanya berisi 12 orang. Letnan Joko Lukito sebagai salah satu petugas task force ikut dalam rombongan pesawat tsb.singkat cerita kata letnan Joko :

Pada awal perjalanan semua senang karena pesawat terbang rendah dan dapat melihat keindahan alam Afrika dari atas. Tatkala melihat sesuatu dari atas semua nampak indah pepohonan yg kering berdebupun memancarkan keelokkannya. Belum lagi bebatuan dan sungai sungai mengalir begitu jernih indah.

Semua tampak menawan seakan tidak ada persoalan kehidupan. Mungkin itu yg menjadi analogi menara gading. Dari atas semua nampak oke walaupun di bawah bisa saja K.O. Cerita perjalanan yang begitu mengasikkan membuat seluruh penumpang terbuai. Waktu perjalanan diperkirakan satu setengah jam dengan terbang rendah.

Pilot pesawat tersebut berasal dari South Africa. Melalui speaker menawarkan perjalanan menyusuri sungai Sambesi yang mengaliri air terjun Victoria Falls. Para penumpang sepakat dan dengan senang hati menerima tawaran sang pilot. Mulailah perjalanan melewati sungai Sambezi yg indah.

Alam bebatuan air mengalir deras seolah membelah padang savana Afrika. Masing masing penumpang saling berdiskusi atau membahas keelokkan sungai Sambezi. Namun setelah terbang sekira 1 jam para penumpang nampak gelisah. Sudah 1 jam lebih terbang belum ada tanda tanda kota Beira dan masih menelusuri sungai Sambezi.

Mulailah para penumpang melihat jam tangannya. Ada yangbbertanya bagaimana bahan bakar minyaknya. Ada yang bertanya kapan sampai tujuan. Ketegangan mulai nampak. Apa yang indah indah tidak lagi dipedulikan. Semua penumpanh gelisah akan keselamatannya.

Di tengah tengah keteganggan pilot mengumumkan kalau kehilangan arah karena terlalu lama menyusuri sungai Sambezi. Semakin paniklah penumpang pesawat tersebut. Mulai ada yang berbicara keras :” kapan kita bisa mendarat di Beira?”. Ada yang menanyakan :” bagaimana pesawat ini terbang tanpa peta navigasi yang benar?”. Pertanyaan2 ditujukkan dan seolah menyalahkan sang pikot.

Melihat situasi yang tidak kondusif kembali pilot mengumumkan :” harap tenang kami akan terbang lebih tinggi agar dapat menemukan arah yg benar menuju Beira. Dan benar pesawat terbang semakin tinggi sungai Sambezi nampak spt benang terurai panjang. Setelah terbang beberapa saat jalur menuju Beira belum juga nampak. Maklum GPS blm secanggih jaman sekarang.

Letnan Satu Chryshnanda bersama warga setempat

Waktu terbang sudah hampir 2 jam. Penumpang masih saja menanyakan jam atau waktu mendarat. Tiba tiba sang pilot berteriak :” enchopi “. Enchopi adalah persimpangan jalan dari perbatasan Simbabwe yang lurus menuju Beira. Ke kanan menuju Gorongosa dan ke kiri menuju Chibabava. Jarak Enchopi menuju Beira kurang lebih 300 km.

Pilot memutuskan terbang rendah menyusuri jalan darat yg sebelumnya meliuk liuk mengikuti alur sungai Sambezi. Setelah terbang kira kira 45 menit kota Beira mulai nampak. Kegembiraan para penumpang mulai terlihat mereka membicarakan ttg pekerjaan dan pengalaman2nya.

Takbberapa lama pesawat berhasil mendarat di Beira dengan selamat setelah terbang 2 setengah jam. Para penumpang tanpa pikir panjang ingin cepat cepat turun merasakan kenyamanan dan keamanannya menapak di daratan. Sambil ngedumel para penumpang satu persatu turun dari pesawat. Ucapan terima kasih kpd pilot terlontar juga :” thank you …..”. Walaupun menegangkan sang pilot telah memberi pengalaman menarik jalur sungai Sambezi dan tetap bertanggung jawab menyelamatkan penumpang2nya”.

Ceritera pengalaman Letnan Joko ini diceritakan berulang ulang kpd saya. Saya bisa merasakan betapa tegangnya selama 1 jam terbang tanpa arah tujuan. Walaupun saya tidak berada di pesawat tsb namun saya dpt merasakan bgm perasaan Letnan Joko bersama penumpang lainnya terbang jelas arah tujuan dan sudah melampaui batas waktu terbang. Perjalanan memang menyenangkan sekaligus menegangkan.(CDL) Pagi yang cerah Jakarta 27 pebruari 2021. Teriring doa bagi alm bang Joko Lukito

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *