oleh

Unkris dan Uniba Sepakat Lakukan Riset Bersama Terkait IKN

POSKOTA.CO – Universitas Krisnadwipayana (Unkris) berkolaborasi dengan Universitas Balikpapan (UNIBA) berencana melakukan riset bersama terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Riset dilakukan untuk mengukur pemahaman, peran, kesempatan  dari masyarakat setempat terkait pembangunan IKN.

Sebagai langkah awal, kedua perguruan tinggi tersebut bersama Wellbeing Institute menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kerjasama Riset Publik pada Selasa (25/7/2023). FGD dihadiri Rektor Unkris Dr Ayub Muktiono,  Ketua LPKK sekaligus Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat, Dr Susetya Herawati, dan Kepala Lembaga Penelitian Dr. R. Sihadi Darmowihardjo. Hadir pula Rektor UNIBA Dr Ir Isradi Zainal, Kepala LPPM UNIBA Dr Prihandoyo, dan Direktur Wellbeing Institute Dr Jadi Suriadi.

Dalam keterangan persnya, Rektor Unkris Dr Ir Ayub Muktiono menjelaskan riset public bersama UNIBA dilakukan dalam rangka untuk mengimbangi pembangunan fisik IKN yang dilakukan secara massif 24 jam setiap hari sejak proyek IKN mulai dikerjakan.

“Riset ini fokus untuk mengukur pemahaman, peran, kesempatan dari masyarakat setempat terkait pembangunan IKN. Jadi faktor sosial kemasyarakatan yang menjadi fokus dari riset public,” papar Rektor.

Riset juga sekaligus melihat respon masyarakat, mengevaluasi tingkat penerimaan masyarakat, mengetahui kekuatan/aspek positif masyarakat, memahami aspirasi masyarakat dan melihat keterlibatan masyarakat setempat terhadap keberadaan IKN.

Data-data empiris penelitian lanjut Rektor, digali langsung dari masyarakat setempat. Hasil dari riset diharapkan akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi pemangku kepentingan di IKN.

Rektor Unkris yang langsung memimpin tim riset dari Unkris lebih lanjut mengatakan bahwa riset public ini menggunakan metode wellbeing. “Metode wellbeing dinilai yang paling sesuai untuk riset-riset yang berkaitan dengan kemaslahatan public,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UNIBA Dr Isradi menyampaikan bahwa riset bersama ini dilakukan untuk melengkapi sebagaimana visi UNIBA sebagai pusat data terkait IKN. “Kolaborasi dengan Unkris dan Wellbeing Institute ini sangat bagus,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Wellbeing Institute Dr Jadi Suriadi menyampaikan riset-riset untuk menilai dan mengukur persepsi, partisipasi dan akseptabilitas yang langsung ke masyarakat ke depan akan menjadi sangat diperlukan oleh banyak pihak terutama pemangku kepentingan “Wellbeing Institute sebagai penggagas metode wellbeing pengukuran keterlibatan masyarakat, index people engangement, sangat perlu dilakukan,” jelasnya.

Jadi sangat mengapresiasi rencana riset public yang dilakukan oleh Unkris bersama UNIBA. “Semoga hasilnya nanti menjadi masukan yang sangat berharga bagi para pemangku kepentingan,” katanya.

Sebagai penutup dan kesimpulan hasil FGD disepakati akan segera ditindaklanjuti dengan FGD-FGD berikutnya untuk menentukan penilaian peringkat variable/dimensi yang akan menjadi dasar dalam substansi riset. Riset tersebut akan menjadi awal yang baik untuk memberikan peran kepada masyarakat setempat dalam mendukung pembangunan dan keberadaan IKN.

Adapun masyarakat yang akan menjadi responden adalah masyarakat setempat yang tinggal di 5 wilayah kabupaten/kota sekitar IKN yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, Kota Samarinda dan kota Balikpapan.

FGD ditutup dengan menindaklanjuti untuk perijinan dan pendalaman. Sedang untuk pembiayaan riset bersama, diharapkan ada lembaga yang mau berpartisipasi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *