oleh

Rektor IBM Bekasi Berikan Kuliah Umum di Muhammadiyah Arab Saudi

-Kampus-86 views

POSKOTA.CO – Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi Dr Zaenudin MPd memberikan kuliah umum yang digelar Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi di hadapan mahasiswa Indonesia yang berada di Kota Madinah,  di antaranya dari Univeraitas Islam Madinah, Univeraitas Ummul Quro Makkah, dan Universitas Ibnu Suud Riyadh.

Dr Jaenudin mengungkapkan, internasionalisasi adalah salah satu hasil dari amanah Tanwir Muhammadiyah Bengkulu (15-17 Februari 2019), di mana persyarikatan Muhammadiyah bukan cuma bergerak untuk umat dan bangsa.

“Namun juga untuk semesta, kuliah umum ini bertujuan untuk merawat program internasionalisasi tersebut,” kata Dr Zaenudin yang pernah mengenyam pendidikan dan pelatihan budaya di Universitas Islam Madinah, pada kegiatan kuliah umum di Graha Telkomsel, Madinah Al-Munawarah, Arab Saudi, Selasa (21/1/2020).

Rektor IBM Bekasi Dr Ahmad Zaenuddin MPd (tengah).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara, antara lainya adalah Dr Muhammad Qorib (Dekan FAI UMSU/ wakil ketua PWM Sumut), Dr Muhammad Ziyad (ketua LDK PP Muhammadiyah), dan Sofriyanto SPd (kepala Sekretariat PP Muhammadiyah Yogyakarta).

Dalam paparannya, Zaenudin mengatakan, teladan yang dicontohkan KH Ahmad Dahlan yang telah mengenyam pendidikan selama dua tahun ketika beliau umrah, dan setibanya di Tanah Air, Ahmad Dahlan menjadi pembaharu dan penggerak dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan kesehatan yang amal usahanya sudah ribuan tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

“Maka dari itu, mahasiswa yang belajar di pusat Islam yaitu Arab Saudi dengan lama studi untuk strata satu, lima sampai enam tahun maka ketika kembali harus menjadi pembaharu dan penggerak Islam yang dapat mencerahkan dan mencerdaskan umat,” tandas Zaenudin.

Para mahasiswa Indonesia yang mengikuti kuliah umum yang diadakan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Arab Saudi.

Maka, sambungnya, kepada para mahasiswa Indonesia di Arab Saudi manfaatkan waktu untuk belajar dan belajar, sebab Muhammadiyah tumbuh dan besar karena gerakan literasi.

“Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan yang mengusung moto ruju’ ila qur’an dan sunnah (kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah-red), maka gerakan Muhammadiyah tetap berangkat dari dan kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah,” pungkas Zaenudin.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua PCIM Arab Saudi Abdul Latif mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pembicara.

“Momen ini memberikan informasi berharga bahwa Muhammadiyah benar-benar telah berbuat untuk semesta,” ucapnya. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *