oleh

Tukang Bubur Ini Sumringah Dapat Kembali Motornya yang Hilang

POSKOTA.CO – Rasidi (34) tampak sumringah lantaran motor Yamaha NMax miliknya yang raib dicuri seminggu lalu akhirnya kembali ke tangannya. Pria yang berprofesi sebagai tukang bubur ini tak henti mengucap rasa syukur dan terima kasih.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta beserta jajaran Reskrim yang telah merespons laporan saya cepat dan ditemukan,” kata Rasidi, usai menerima penyerahan sepeda motor miliknya di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (15/10/2020).

Rasidi bercerita, motornya raib dibawa kabur pencuri yang berpura-pura mengajak kerja sama katering bubur pada 8 Oktober 2020. Saat itu pelaku mendatangi lokasi dirinya biasa berjualan bubur dan mengatakan akan memesan 500 porsi untuk karyawan Bandara Soekarno-Hatta.

Kerja sama itu akhirnya disepakati. Pelaku lalu mengajak Rasidi ke Bandara Soekarno-Hatta untuk mengecek lokasi pengantaran. Rasidi memarkirkan kuda besinya itu di Terminal 2E. Tak lama, pelaku lalu meminjam motor berikut STNK dengan alasan mengurus kartu Pass di Kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta.

“Setelah menunggu beberapa jam, orang itu tak balik lagi. Dengan sedih saya melapor kejadian itu ke Polres Bandara Soekarno-Hatta,” kenang Rasidi.

Rasa sedih karena kehilangan motor kemudian berganti dengan kebahagiaan. Tim Garuda dipimpin Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho berhasil menangkap pelaku yang membawa kabur motor tukang bubur dalam waktu singkat.

“Alhamdulillah motor saya bisa kembali dari hasil kerja keras kepolisian. Allah yang akan membalas kebaikan bapak-bapak di sini,” ucap Rasidi.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Syaputra mengatakan, pihaknya berhasil membekuk D alias G, pelaku yang berpura-pura memesan 500 porsi bubur di Pandeglang, Banten. Tak hanya itu, sebanyak sembilan orang penadah turut diamankan berikut barang bukti.

“Pelaku utama berinisial D alis G yang ternyata pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang ojek pangkalan yang juga residivis dengan kasus yang serupa,” ungkapnya.

Kini kesepuluh pelaku telah mendekam di jeruji besi Mapolres Bandara Soekarno-Hatta. Mereka akan dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, dan Pasal 480 KHHP tentang Penadahan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara. (imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *