oleh

Seorang Pelajar Ditangkap Polisi, Diduga Siram Air Keras ke Wajah Siswa SMK

POSKOTA.CO–Penyidik Polres Jakarta Timur tangkap seorang pelajar berinisial HA (17) diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap pelajar SMK, Muhammad Abidzar (16) di Pulogadung, Jakarta Timur. Pelaku yang kini diamankan di Polres Jakarta Timur terancam mendekam dalam penjara selama 5 tahun.

Pelaku masih berstatus sebagai pelajar dijerat pasal 76 C Jo pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak  atau Pasal 351. “Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta,” kata Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Ahmad Fanani saat jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (14/8/2023).

Korban Abidzar yang kini tim medis SRCM untuk menyembuhan lukanya disiram airbkeras oleh pelaku saat berkendara di Pisangan Lama III, Pulogadung, Jakarta Timur pada Selasa (8/8/2023).

Hasil pemeriksaan diketahui, pelaku sengaja menyiram korban dengan air keras karena dendam sama Abidzar. Sebab, sebelum kasus penyiraman air keras terjadi tawuran antarsekolah dan saling ejek.

Pelaku sengaja menyiapkan air keras yang disimpannya di depan dasbor  sepeda motornya. “Baru satu pelaku yang sudah diamankan. Kami masih mendalami kemungkinan pelaku lain,” ujar AKBP Ahmad Fanani.

Pihak kepolisian mengimbau kepada pedagang bahan kimia agar tidak menjual barang dagangannya sembarangan karena dikhawatirkan akan disalahgunakan, seperti kasus penyiraman air keras terhadap pelajar itu.

Korban Abidzar menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan kelompok pelajar di Jalan Pisangan Lama III pada Selasa (8/8/2023) sekira pukul 15.30 WIB.

Saat itu, Abidzar bersama seorang temannya dalam perjalanan pulang sekolah berboncengan motor berpapasan dengan kelompok pelaku menaiki sekitar lima sepeda motor.

Tidak terjadi cekcok di antara kedua kelompok. Namun seorang pelaku, tiba-tiba menyiram air keras yang sudah disiapkan menggunakan wadah botol ke wajah Abidzar.

Usai melakukan aksinya, klompok pelaku langsung gas untuk melarikan diri. Sedangkan korban hanya dapat menahan sakit dengan memegangi bagian wajah karena kulitnya melepuh.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *