oleh

Sebarkan Ujaran Kebencian terhadap Pemerintah melalui Medsos, Faizal Jadi Pesakitan

POSKOTA.CO – Sebarkan ujaran kebencian terhadap pemerintah melalui media sosial (medsos), M. Faizal jadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pria berusia 43 tahun ini didakwa melangar pasal 45 A ayat (2)  UU No 19 th 2016 tentang perubahan atas UU No 11 th 2008 Informasi Elrktronik jo pasal 64  ayat (1) KUHP.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Purwanto dalam dakwaannya menyebutkan perbuatan pria bertitel sarjana teknik ini dilakukan pada 10 Oktober 2020 sekitar jam 19.15 WIB dan 17 Oktober 2020 pada pukul 18.18 WIB.

“Terdakwa telah dengan sengaja tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras, antar Golongan ( SARA),” ucap jaksa dihadapan Majelis Hakim pimpinan Djuyamto dengan angota Srutopo Mulyono dan Agus Darwanta, kemarin.

Disebutkan, awalnya terdakwa memiliki sebuah akun facebook dengan profil http : // www.facebook.com/ ramireztwins1 dengan nama pengguna ‘ramirez twins1’ telah mengakses akun facebooknya dengan menggunakan satu unit telpon genggam merk Sony xz1 warna silver kemudian menuliskan kalimat Jakarta, 10 Oktober 2020. “NEGERI ZOMBIE”

“Dalam medsos itu terdakwa menyebutkan pemerintah warisan BPUPK Jawa di Republik ini belum mampu untuk memakai segala anasir kata dari menjamin, apalagi ditujukan kepada segala entitas kebutuhan publik di negeri ini,” ucap jaksa.

Selain itu juga disebutkan penyakit dan gangguan mentalitas yang dialami oleh pejabat mulai dari masa pemerintahan SOE-karno, SOE-harto  SOE Jokowi Disoerintas karena dari masa Presiden tukang stempel hingga masa Presiden doyan beli aplikasi, pemerintahan ini hanya mampu berhenti di garis Mediocore dimana hanya memelihara invelior.

Dalam hal ini saya tidak mengkritik pemerintah kali ini, tapi dengan kongkrit menyatakan tak mampu menyelamatkan bangsa dan anak bangsa Indonesia dengan tempo sesingkat – singkatnya dengan satu syarat hentikan pemerintahan warisan BPUPK Jawa secara permanen. Ayo pak polisi tangkap saya.

Tulisan dan kata tersebut telah di posting terdakwa warga Jalan Haji Murtado komplek Tugu Permai Semper,Tanjung Priok ini pada group facebook, Orasi rakyat NKRI dengan maksud agar dapat diakses dan dibaca oleh pengguna facebook.

“Padahal terdakwa sendiri mengetahui bahwa makna kata – kata yang ditulisnya tersebut dapat menimbulkan ketidak-sukaan atau kebencian permusuhan orang lain terhadap individu kelompok tertentu yakni suku Jawa dan golongan polisi,” kata jaksa.

Dalam sidang yang berlangsung secara virtual, satu penasehat hukum terdakwa dari LBH Kobar menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa. (Fer)

 11 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *