oleh

Petugas Satnarkoba Bongkar Home Industri Ganja Sintetis

POKOTA.CO – Satnarkoba Polres Jakpus bongkar home industri ganja Sintetis (Gorila) di Jalan Kembangan, Jakarta Barat. Petugas juga menciduk pengedar di salah satu hotel di Bandung, Jabar.

Dari tangan pelaku disita 9,8 kilo ganja gorila dan dua timbangan berikut HP serta alat penyemprot berikut botol plastik intuk mendukung produksi ganja.

“Tersangka RJ, 22, warga Jl Kembangan dan RH, 19, warga Kebon Jeruk, Jakbar, ditangkap di Jalan Kembangan Jakbar, Rabu (24/2) lalu kemudian petugas juga berhasil menciduk si pengedarnya MFR dan RH, di sebuah kamar hotel di Bandung,” ujar Wakapolres Jakpus AKBP Satyo Koes Heriyatno didampungi Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana, SIk, SH, Rabu (3/3) siang.

Keterangan yang dihimpun dari Kasat Narkoba AKBP Panji Yoga, tertangkapnya pembuat ganja sintetis itu berawal dari laporan warga yang sudah resah melihat rumah kontrakan dijadikan home industri membuat ganja gorila.

“Berawal dari laporan warga, petugas Polsek Sawah Besar bersama Satnarkoba Polres Jakpus segera menggetebek rumah tersebut dan ternyata benar rumah petak itu dijadikan pabrik ganja sintetis yang sudah 2 tahun dilokasi,” ujar Kasubag Humas AKP Sam Suharto,SH,MH.

Petugas menunjukkan barang bukti.(silaen)

Ketika petugas menangkap dua pelaku di Jakbar, polisi dengan sigap segera mengembangkan hingfa dya irang lagi tersangka berhasil diciduk petugas di kamar hotel di Bandung. “Dari keterangan dua tersangka yang ketangkap itu mereka mengakui semua perbuatannya.

Kini ke empat pria pembuat ganja sintetis itu akhirnya mendekam di balik jeruji Polres Metro Jakpus. “Mereka mengaku bisnis ganga sintetis dijual melalui online di Jakarta dan Bandung,” tegas Wakapolres Jakpus Satyo.

Akibat ulah ke empat pria itu, meteka terancam dengan Pasal 113 ayat 2 Sub Pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 UURI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana kurungan 20 tahun.(silaen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *