oleh

Mobil Bandar Sabu Diberondong Petugas BNN, Satu Tewas Istrinya Tertembus Peluru

POSKOTA.CO – Petugas BNN dan bandar narkoba kejar-kejaran seperti dalam adegan film dan berakhir tragis menewaskan satu bandar dan istrinya terkena peluruh di punggung.

Pengejaran mobil suami istri pengendali penyeludupan shabu dengan petugas BNN di Jalan Raya Teluk diwarnai dengan suara letusan senjata api milik petugas.

Berondongan tembakan petugas menembus mobil mereka. Si suami meninggal, sedangkan istrinya tertembus peluru.

Mobil ban bandar narkoba tertembus peluru hingga oleng dan menabrak benda keras hingga

suami bandar narkoba itu terbentur kemudi hingga berlumuran darah serta tewas ditempat.

Sedangkan istrinya, Yuniar,36, terkulai lemah di jok sebelah kemudi, setelah punggungnya robek tertembak.

Keduanya kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Sumut. Jasad Aflah lalu dikebumikan di Tanjung Balai,Sumut.Sedangkan Yuniar hingga Senin (17/2) luka tembak yang dialami berangsur-angsur membaik.

Dia bersama sembilan anak buahnya kini dititipkan di BNN Provinsi Sumut dan akan diterbangkan ke markas BNN di Cawang, Jakarta Timur.

Deputi Bidang Pemberantasan Narkoba BNN Irjen Arman Depari, mengatakan petugas menyita 23,9 kg shabu dan 2.000 pil setan dari tujuh anak buah suami istri tersebut.

Diawali informasi dari aparat Bea Cukai yang menyebutkan adanya adanya pengiriman shabu dari Ma- laysia menggunakan jalur laut.

Tim langsung bergerak menye- lidikinya dan berhasil meringkus lima anggota sindikat penyelundup shabu diringkus di Aceh Timur selama dua hari sejak Kamis (14/2) dan mengamankan barang bukti 18,9 kg shabu.

Petugas mengembangkan kasus ini ke Teluk Nibung, Tanjung Balai, Asahan, Sumut. Di tempat ini empat tersangka ditangkap bersama 15 kg shabu.

Pengakuan tersangka shabu itu milik Aflah, warga Kisaran, Asahan.

Tim kembali bergerak memburu Aflah. Minggu sekitar pk.17:00, tim melihat Aflah mengendarai mobil bersama istrinya.

Saat diminta berhenti, bandar ini menabrakkan kendaraannya ke mobil petugas lalu kabur tancap gas.

Tim lain mengejarnya. Perburuan Alfah diwarnai rentetan tembakan dari petugas BNN di Jalan Raya Teluk Nibung.

Meski mobil bandar itu dipenuhi lubang peluru, nyali Aflah tidak ciut. Dia semakin memacu kencang mo- bilnya. Tiba-tiba ban belakangnya tertembak. Laju mobil terhenti, kepala Alfah terbentur kemudi.Sedangkan istrinya pingsan setelah punggungnya tertembak. (R)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *