oleh

John Kei Hanya Meminta Pengembalian Uangnya dari Nus Kei

POSKOTA.CO – Sidang lanjutan kepada 5 Terdakwa anak buah John Kei di Pengadilan Negeri Bekasi dengan agenda putusan perkara pidana Nomor : 698/Pid.Sus/2020/PN.Bks pada Pengadilan Negeri Kota Bekasi pada tanggal 10 Desember 2020. Dengan Terdakwa Daniel Habel Somnaikubun, Felix Ubro, Hemat Silubun, Apolinarius Metro, Onisimus Somnaikubun dengan putusan 6 Bulan Penjara yang hanya terbukti memiliki Senjata tajam.

Apa yang dituduhkan ke anak-anak buah John Kei terkait permufakatan jahat, apalagi pembunuhan berencana telah terbukti tidak ada. “Klien Kami John Refra alias John Kei hanya meminta pengembalian uangnya sebesar Rp. 1 Milyar kepada Nus Kei, kemudian karena Klien Kami John Refra alias John Kei tidak menerima pengembalian dana tersebut setelah ditagih terus menerus, maka Klien Kami meminta bantuan seorang pengacara yang bernama Deny Far Far untuk mengurus pengembalian dana tersebut,” kata Haris Budiman, Tim Kuasa Hukum John Refra alias John Kei, Jumat (11/12).

Bahkan ini menunjukkan Klien Kami John Refra alias John Kei memilih melalui jalan yang tepat yaitu meminta bantuan melalui salah satu penegak hukum yaitu Pengacara. Klien Kami John Refra alias John Kei memberikan kuasa kepada Deni Far Far sebagai Pengacara untuk mengurus pengembalian dana yang digunakan oleh Nus Kei.

Apa salahnya Klien Kami meminta Hak nya. Apalagi dalam persidangan lainnya di Pengadilan Negeri Tangerang, saksi korban Nus Kei didalam persidangan dibawah sumpah membenarkan bahwa itu adalah penagihan yang sudah 4 kali dilakukan oleh Klien Kami John Refra alias John Kei.

Saksi korban saja sudah menyatakan penagihan, bagaimana bisa Klien Kami John Refra alias John Kei melakukan tindak pidana dengan Pasal yang menyeramkan yaitu Pasal 340 Perencanaan Pembunuhan, Pasal 338 Pembunuhan dan yang lainnya. Kami akui memang ada perbuatan penagihan itu tapi bukan tindak pidana,” ujar Haris Budiman.

Berkas perkara tersangka John Kei cs dinyatakan lengkap (P21). Penyidik Polda Metro Jaya melimpahkan berkas dan tersangka ke kejaksaan.

Terkait adanya pengrusakan, meninggalnya korban sangat tidak diketahui apalagi diperintahkan oleh Klien Kami John Refra alias John Kei. Bahkan Pengacaranya, Deny Far Far pun kaget adanya pengrusakan di rumah Nus Kei dan pembunuhan di Duri Kosambi. Deny Far Far meminta tim nya kerumah Nus Kei untuk menagih sesuai kuasa yang diterimanya dari John Refra alias John Kei. Tidak ada perintah membunuh Nus Kei karena jika Nus Kei dibunuh, tidak ada uangnya dan itu pidana. Maka itu dilakukanlah somasi kepada Nus Kei beberapa kali dengan mendatangi rumah Nus Kei.

Perlu diketahui bahwa Klien Kami John Kei alias John Refra sedang kebaktian minggu beserta pendeta dan keluarganya di hari kejadian. Tidak ada dilokasi kejadian begitu juga dengan Pengacaranya Deny Far Far tidak ada dilokasi kejadian.

Klien Kami John Refra alias John Kei tentu sadar dan bukan orang yang tidak waras mau melakukan tindak pidana kembali setelah menjalani Pembebasan Bersyarat. Dengan penuh kesadaran dan tentunya dengan perlakuan yang sudah baik mengajukan pembebasan bersyarat tersebut.

Dengan putusan Pengadilan Bekasi ini menunjukkan tidak adanya permufakatan jahat apalagi perencanaan pembunuhan atau pembunuhan yang dilakukan Klien Kami John Refra alias John Kei. Kami yakin Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Tangerang yang baik dan penuh integritas dan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat nanti serta seluruh masyarakat Indonesia dapat melihat dan menilai bahwa Klien Kami John Refra alias John Kei memang sudah berubah dan ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi dalam menjalani sisa kehidupan nanti. Belum tentu orang yang pernah dipidana tidak bisa berubah menjadi baik, bahkan banyak orang yang belum pernah dipidana sebenarnya lebih jahat dan merampok uang rakyat.

Dalam Pidana itu Bukti harus lebih terang daipada cahaya, karena sangat menyangkut Hak Konstitusional seseorang dikarenakan ada orang yang dipenjara. Jadi bahaya itu jika ada perbuatan kriminalisasi atau zolim kepada siapapun, tegas Haris Budiman. Kami meminta Jaksa datang ke Pengadilan bukan untuk menang, tapi untuk membuka dan menemukan keadilan serta sebaliknya Kami sebagai Pengacara juga tidak mau zolim kepada siapapun.

Jika memang ada pengrusakan, pencurian, pembunuhan tentunya harus kita akui bukan malah meniadakan pidana itu. Kami berjuang hanya mengurangi Hukuman. Tapi jika memang tidak cukup alat bukti maka orang itu harus dibebaskan. Kami sadar bahwa Jaksa penuntut umum dengan Kami sebagai Pengacara sedang Genit untuk mencuri Keyakinan Hakim yang melekat di Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Maka itu Pembuktian harus lebih terang daripada cahaya. Jangan kan Perkara Besar, perkara yang kecil saja jika pembuktiannya tidak terang, maka keyakinan Hakim harus membebaskan orang tersebut.

Tidak lupa kami mendoakan Ketua Majelis Hakim Ibu Syofia dan kedua anggota majelis agar selalu sehat, berkah dan dilindungi oleh Tuhan. Hakim seperti mereka lah yang dibutuhkan oleh anak bangsa Indonesia agar keadilan selalu ada untuk anak-anak Bangsa Indonesia. Dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang serta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat nanti dapat membuka Keadilan untuk Klien Kami John Refra alias John Kei bahwa tidak ada sedikitpun untuk melakukan tindak pidana. Tandas salah satu kuasa Hukum lainnya Ricci Ricardo Toruan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *