oleh

IKBK Minta Kapolri Usut Tuntas  Oknum Polisi Pelaku  Penganiayaan di Ternate

POSKOTA.CO-Ikatan Keluarga Besar Kailolo (IKBK) di Jakarta mengecam keras aksi pengeroyokan yang menimpa Iman Usemahu , warga Ternate Maluku Utara di Ternate yang diduga penganiayaan tersebut melibatkan empat oknum Polisi.

Persitiwa enganiayaan terjadi pada hari Minggu 25 September 2021 sekitar pukul 04:15 WIT. Iman mengisahkan, setelah berkumpul bersama rekan-rekannya di Taman Fitnes  dia kembali ke rumah di kampung Makassar.

Sebelum sampai ke rumah, Iman sempat duduk bersama rekan-rekannya di atas trotoar. Kemudian datang empat orang diduga anggota Polisi berpakaian preman.

“Meraka tanya kamu yang namanya Iman? Saya menjawab betul saya Iman, kemudian empat Polisi itu meminta saya naik ke motor,” kisah Iman.

Iman mengaku, tanpa pikir panjang dirinya memenuhi permintaan keempat anggota Polisi tersebut. Saat sampai di samping Mapolres Ternate atau tepat di bawah tangga Kantor Ditsabhara Ia langsung dihajar oleh anggota tersebut.

“Kami mengutuk keras aksi pengeroyokan atau presekusi yang dialami Imam warga Negeri Kailolo yang tinggal di Ternate ini. Dimana saat itu dirinya tidak ada masalah dengan keempat oknum polisi itu namun mendapatkan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oknum aparat. Pemukulan, pengeroyokan dan penyekapan yang dilakukan sudah tidak dapat ditolerir lagi. Kami minta Bapak Kapolri untuk mengusut hingga tuntas,” tegas Abdul Latip Marasabessy, Ketua Umum Ormas Ikatan Keluarga Besar Kailolo (IKBK) di Jakarta Selasa (05/10/2021).

Menurut Abdul Latip Marasabessy yang juga Tokoh Pemuda Maluku di Jakarta ini,  akibat perlakuan yang biadab ini, pihak Ormas IKBK sudah berkoordinasi dengan orang tua dari Iman Usemahu bahwa keluarga korban sudah langsung melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota ke Polda Maluku Utara tersebut ke Ditreskrimum.

Orang tua korban meminta pihak berwajib segera menindaklanjuti laporannya. Laporan dengan nomor LP/B/92/IX/2021/MALUT/SPKT telah diterima Polisi dengan bukti Surat Tanda Terima Laporan bernomor :  STPLP/92/XI/2021/ SPKT.

Latip Marasabessy menambahkan, tindakan pengeroyokan tidak ubahnya dengan aksi premanisme. Dirinya mendesak aparat kepolisian setempat untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan tersebut.

Polisi diharapkan dapat bekerja secara profesional dalam mengusut kasus ini. Apalagi kekerasan terhadap Anak  atau penganiayaan bukan pertama kalinya terjadi. Kejadian ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap anak yang terjadi di Indonesia.

“Kami berharap penanganan kasus ini tidak berhenti begitu saja. Ini harus diusut tuntas. Siapa dalangnya yang melakukan aksi pengeroyokan pada Warga kami ini,” tambah Marasabessy. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *